Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

MBG Berbahaya, Anak-anak Baiknya Makan Bekal dari Rumah Saja

×

MBG Berbahaya, Anak-anak Baiknya Makan Bekal dari Rumah Saja

Sebarkan artikel ini
Korban Keracunan Mbg Sidoarjo 1
Kasus keracunan MBG di Sidoarjo tengah menjalani perawatan medis pada hari Selasa, 1 September 2026.

KOMA.ID, JAKARTA – Influencer, Zulfery Yusal Koto alias Ferry Koto tersentak dengan adanya kasus keracunan kembali akibat dugaan konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini kasusnya terjadi Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam kasus tersebut, setidaknya 566 orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Ferry, dengan kembali terjadinya kasus keracunan MBG, membuat publik patut berhati-hati bahwa salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut cukup berbahaya.

“Kembali MBG memakan korban, kali ini ratusan santri di sebuah Pesantren di Sidoarjo. Wis berbahaya sekali MBG ini,” tulis Ferry di akun media sosialnya X @ferrykoto, Rabu (2/9/2026).

Disampaikan Ferry, alasan mengapa program ini semakin membahayakan dan mengkhawatirkan, karena selain belum adanya jaminan keamanan makanan, program ini pun berjalan tanpa kajian yang mendalam, bahkan tak dijalankan tanpa pilot project.

“Program tanpa kajian, kejar target, serta klaim-klaim kosong atas keberhasilan MBG,” ujarnya.

Oleh sebab itu, demi meminimalisir potensi keracunan lagi di kemudian hari, ia menyarankan agar anak-anak lebih memilih makan menu bekal dari rumah saja, yang disediakan oleh orang tua masing-masing.

“Bocil kembali saya ingatkan, karena sekolahnya sudah mulai terima MBG, untuk tidak makan MBG. Bawa bekal saja dan belanja di kantin sekolah,” tutur Ferry.

Sekadar diketahui, bahwa keracunan MBG di Sidoarjo pada tanggal 1 September 2026 sudah memakan korban, setidaknya dalam laporan terbaru hari ini, Rabu 2 September 2026 sudah ada 566 anak yang harus mendapatkan perawatan medis.

Menu makanan MBG beracun tersebut disalurkan oleh SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo. Para korban MBG tersebut saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit baik Negeri maupun swasta. Antara lain ; RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, RS Delta Surya, RSI Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, dan RS Arafah Anwar Medika.

Menurut keterangan Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, terdapat total 19 lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Tanggulangin yang turut terdampak kejadian tersebut, mencakup jenjang dari TK, SD, SMP, hingga SMA.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.