Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Sudaryono Suspend Dapur Penyedia MBG Usai Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan

×

Sudaryono Suspend Dapur Penyedia MBG Usai Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan

Sebarkan artikel ini
Sudaryono.
Sudaryono.

KOMA.ID, SEMARANG – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara (suspend) terhadap dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab insiden gangguan kesehatan ratusan siswa SMKN 6 Semarang. Langkah itu diambil menyusul hasil investigasi awal yang menemukan adanya pelanggaran dalam proses pengolahan makanan.

Sudaryono mengatakan dirinya turun langsung ke Semarang pada Sabtu (1/8/2026) untuk memastikan penanganan para siswa sekaligus mengevaluasi penyebab insiden tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

“Menindaklanjuti laporan dugaan keracunan makanan yang dialami siswa SMKN 6 Semarang, saya hadir langsung di Semarang memastikan penanganan para siswa serta mengevaluasi akar masalahnya,” kata Sudaryono.

Berdasarkan data yang dihimpun BGN, sekitar 700 siswa mengalami gejala mual dan gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 siswa harus menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas.

“Dari data yang kami himpun, terdapat sekitar 700 siswa yang terpapar gejala mual dan gangguan pencernaan. Sebanyak 13 siswa mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit dan puskesmas. Saat saya temui di bangsal perawatan, kondisi para siswa alhamdulillah telah membaik dan stabil,” ujarnya.

Hasil investigasi sementara menunjukkan adanya pelanggaran terhadap batas waktu pengolahan makanan. Makanan diketahui mulai dimasak sejak pukul 21.00 WIB pada malam sebelumnya, kemudian baru didistribusikan kepada para siswa sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB keesokan harinya.

“Hasil investigasi awal menunjukkan adanya pelanggaran batas waktu pengolahan makanan. Proses memasak dimulai sejak pukul 21.00 WIB malam hari sebelumnya untuk dibagikan pada pukul 09.00–10.00 WIB keesokan harinya. Jeda waktu yang terlalu panjang ini memicu penurunan kualitas hidangan,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, BGN memutuskan menghentikan sementara operasional dapur penyedia makanan hingga investigasi selesai. Selain itu, surat peringatan juga dijatuhkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), koordinator kecamatan (Korcam), serta mitra pengelola.

“Dapur penyedia makanan terkait saat ini resmi dikandangkan (suspend) hingga proses investigasi selesai. Surat Peringatan (SP) juga telah dijatuhkan kepada SPPG, korcam, serta mitra pengelola,” tegas Sudaryono.

Untuk mencegah kejadian serupa, BGN mempercepat penerapan sistem digitalisasi pengawasan di seluruh dapur MBG. Sistem tersebut akan mencatat setiap tahapan produksi makanan, mulai dari waktu memasak, penggunaan bumbu, hingga proses distribusi sehingga dapat dipantau secara transparan oleh guru, orang tua, maupun dinas kesehatan.

“Kami mempercepat penerapan sistem digitalisasi pengawasan dapur. Waktu memasak, jenis bumbu, hingga alur distribusi akan terkunci dalam sistem yang dapat dipantau secara transparan oleh guru, orang tua, dan dinas kesehatan,” tuturnya.

Sudaryono menegaskan insiden tersebut menjadi evaluasi serius bagi BGN. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG tidak mengabaikan amanah yang diberikan negara demi keselamatan para peserta didik.

“Camkan, jangan main-main dengan amanah. Insiden ini menyakiti kepercayaan warga, dan sekali lagi saya memohon maaf,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.