Koma.id– Ketua Dewan Adat Yewena Yosu Johanes Jonas Mentanaway, menegaskan pihaknya tidak mengakui Gubernur Papua Lukas Enembe disematkan sebagai kepala suku besar di Papua.
Pasalnya, pengukuhan tersebut diduga bermuatan agenda politik, lantaran Enembe sedang terjerat kasus korupsi dan mau diperiksa oleh KPK.
Eks Kompolnas Apresiasi Visi Polisi Bersama Masyarakat, Pengingat Penting bagi Personel Polri
“Di Papua, masing-masing mempunyai kepala suku, beberapa suku dapat duduk bersama dan menunjuk satu orang yang dianggap punya kekuatan, berpengaruh dan kaya untuk diangkat menjadi kepala suku,” kata Johanes.
Peristiwa 14 Oktober: Kelahiran Jenderal Hoegeng, KS Tubun, hingga Pelantikan Hosni Mubarak
Johanes menilai permintaan Enembe diperiksa KPK di lapangan merupakan sebuah kesalahan. Jadi, seharusnya Enembe berjiwa besar dan bertanggung jawab. Jangan mengurung diri dengan perlindungan masyarakat atas kasus yang sedang menerpanya.
“Dalam aturan adat, pemeriksaan dilakukan di sebuah ruangan peradilan adat,” tutupnya.














