Koma.id– Ketua Dewan Adat Yewena Yosu Johanes Jonas Mentanaway, menegaskan pihaknya tidak mengakui Gubernur Papua Lukas Enembe disematkan sebagai kepala suku besar di Papua.
Pasalnya, pengukuhan tersebut diduga bermuatan agenda politik, lantaran Enembe sedang terjerat kasus korupsi dan mau diperiksa oleh KPK.
Polda Metro Jaya Sebut Perusakan Fasilitas Umum Demo 27 Agustus Dilakukan Kelompok Perusuh
“Di Papua, masing-masing mempunyai kepala suku, beberapa suku dapat duduk bersama dan menunjuk satu orang yang dianggap punya kekuatan, berpengaruh dan kaya untuk diangkat menjadi kepala suku,” kata Johanes.
Johanes menilai permintaan Enembe diperiksa KPK di lapangan merupakan sebuah kesalahan. Jadi, seharusnya Enembe berjiwa besar dan bertanggung jawab. Jangan mengurung diri dengan perlindungan masyarakat atas kasus yang sedang menerpanya.
“Dalam aturan adat, pemeriksaan dilakukan di sebuah ruangan peradilan adat,” tutupnya.














