Koma.id – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih akan bertambah. Namun, penambahan tersebut dipastikan tidak diikuti dengan tambahan anggaran program MBG untuk tahun 2026.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan perluasan jumlah dapur akan dilakukan dengan menyesuaikan anggaran yang telah tersedia. Dengan demikian, penambahan SPPG tidak serta-merta membuat pemerintah harus menambah pagu anggaran MBG tahun ini.
Kebijakan tersebut dilakukan di tengah upaya pemerintah memperluas cakupan penerima manfaat MBG sekaligus memastikan pelaksanaan program tetap berjalan sesuai kemampuan fiskal.
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
Sebelumnya, BGN memang telah menargetkan penambahan jumlah SPPG secara bertahap untuk memperluas jangkauan program. Pada awal 2026, BGN mencatat lebih dari 21 ribu SPPG telah beroperasi dan melayani sekitar 59,86 juta penerima manfaat.
Dapur Bertambah, Anggaran Tak Naik
Dadan menegaskan penambahan dapur MBG tidak berarti pemerintah akan membuka anggaran baru pada 2026. BGN akan melakukan penyesuaian terhadap tata kelola dan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah agar pelaksanaan MBG lebih efisien dan tepat sasaran. Sebelumnya, BGN juga menyampaikan bahwa anggaran MBG 2026 telah mengalami efisiensi dari pagu awal sekitar Rp268 triliun menjadi sekitar Rp229 triliun, meski angka tersebut masih dapat disesuaikan mengikuti perubahan tata kelola program.
Dengan kondisi tersebut, penambahan SPPG diarahkan untuk meningkatkan jangkauan pelayanan tanpa otomatis meningkatkan beban APBN.
Target Penerima Terus Diperluas
Perluasan dapur menjadi salah satu strategi BGN untuk mengejar target penerima manfaat MBG. Pemerintah sebelumnya menargetkan program tersebut dapat menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat pada 2026.
Pada saat yang sama, pembangunan dan pengoperasian SPPG juga melibatkan mitra. BGN sebelumnya menjelaskan bahwa pembangunan dan operasional SPPG pada awal 2026 sepenuhnya dibiayai oleh mitra, sementara dana operasional program disalurkan melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
Penambahan dapur juga terus dilakukan di berbagai daerah. Di Balikpapan, misalnya, BGN menargetkan jumlah SPPG mencapai sekitar 70-80 unit. Dari jumlah tersebut, 36 dapur telah beroperasi dan sekitar 30 lainnya masih dalam proses pembangunan.
BGN Diminta Pastikan Efisiensi
Dengan jumlah dapur yang terus bertambah, pengelolaan program menjadi tantangan tersendiri bagi BGN. Perluasan SPPG harus dibarengi dengan pengawasan terhadap kualitas makanan, pemenuhan standar dapur, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
BGN sendiri telah menyatakan bahwa selain memperluas cakupan, peningkatan kualitas layanan SPPG menjadi salah satu fokus program. Sistem akreditasi juga disiapkan untuk mengklasifikasikan kualitas layanan dapur berdasarkan standar yang ditetapkan.
Karena itu, penambahan dapur MBG pada 2026 akan menjadi ujian bagi pemerintah untuk memperluas jangkauan program tanpa membuat anggaran negara kembali membengkak.
BGN memastikan ekspansi tersebut tetap dilakukan dalam kerangka anggaran yang sudah tersedia.








