Koma.id | Manggarai Timur – Jumlah warga yang masih mengungsi akibat gempa bumi Manggarai Timur terus menurun. Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana, hingga Sabtu (29/08) pukul 18.00 Wita tercatat 30.098 orang masih berada di lokasi pengungsian. Angka ini turun 1.274 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 31.372 jiwa.
Data terbaru menunjukkan Kecamatan Sambi Rampas masih menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 12.635 orang. Disusul Kecamatan Lamba Leda Utara dengan 11.582 orang.
Wilayah lain mencatat jumlah lebih rendah:
- Borong: 1.743 orang
- Lamba Leda: 1.215 orang
- Lamba Leda Selatan: 1.080 orang
- Elar: 685 orang
- Lamba Leda Timur: 414 orang
- Congkar: 317 orang
- Kota Komba Utara: 207 orang
- Rana Mese: 140 orang
- Kota Komba: 55 orang
- Elar Selatan: 25 orang
Meski jumlah pengungsi berkurang, puluhan ribu warga masih bertahan di posko maupun pengungsian mandiri. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, relawan, dan berbagai pihak terkait terus memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, menyusuri sejumlah wilayah terisolasi untuk menyalurkan bantuan. Pada Jumat (28/8), ia mengunjungi Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, menyerahkan bantuan berupa mi instan, telur, air kemasan, terpal, dan tenda. “Saya datang untuk melihat langsung kondisi warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) menyebabkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan rumah dan fasilitas umum. Pemerintah Provinsi NTT memperpanjang status tanggap darurat hingga 12 September 2026.









