Koma.id, Jakarta – Peneliti CIE Sayuti mengacungi jempol tindakan Kepolisian yang dinilai sangat tepat membubarkan festival musik berdendang di Istora Senayan, kemarin malam.
Karena, jumlah penonton yang membludak melebihi kapasitas Istora Senayan.
Polda Metro Jaya Sebut Perusakan Fasilitas Umum Demo 27 Agustus Dilakukan Kelompok Perusuh
“Langkah Polri sangat tepat sebagai tindakan preventif karena tak ingin jatuh korban jiwa. Jumlah penonton yang banjiri Istora Senayan sangat berbahaya akibat berdesakan bisa picu serangan jantung,” tegas Sayuti, hari ini.
Menurutnya, upaya Polri tersebut sangat tepat pembubaran kerumunan penonton dengan mengedepankan upaya yang sangat humanis.
Dia juga menyingung kerumunan festival musik berdendang di Istora itu dengan kerumunan malam Halloween di Korsel yang nemakan banyak korban ratusan tewas mengalami serangan jantung akibat berdesakan hingga terjatuh.
“Tak bisa dibayangkan jika festival musik di Istora itu tidak dibubarkan. Ya bisa jadi tragedi horor kerumunan malam Halloween di Korsel, terjadi di Istora. Makanya, tepat sekali Polri bubarkan kerumunan massa tersebut sebagai penyelamatan dan kemanusiaan,” bebernya.
Kendati demikian, Sayuti meminta agar Kepolisian memeriksa panitia acara yang dinilai lalai karena jumlah penonton yang melebihi kapasitas Istora.
“Periksa panitia acaranya, kenapa bisa membludak penontonnya. Andaikan acara itu jadi musibah memakan banyak korban jiwa bagaimana, tragedi Kanjuruhan saja belum kelar penuntasannya ini malah seperti ini. Evaluasi total semua yang terlibat, mulai dari panitia acara hingga pemberian izin acara musik,” pungkasnya.














