Koma.id – Polri bergerak cepat menangani dampak gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko langsung terbang ke Kabupaten Sikka untuk memantau kondisi masyarakat dan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
Rudi bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan unsur Forkopimda NTT bertolak dari Kupang menuju Sikka menggunakan pesawat Polri CASA 212-200/P-4101 pada Sabtu (15/8/2026). Pesawat tersebut lepas landas sekitar pukul 13.30 WITA.
Kedatangan Kapolda ke lokasi dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan secara langsung dan terpadu. Selain melihat kondisi masyarakat, Rudi juga mengecek kebutuhan warga serta kendala yang dihadapi personel Polri dalam memberikan pelayanan di wilayah terdampak.
Gempa Susulan di NTT Capai 7.492 Kejadian
Setibanya di Sikka, Rudi bersama Gubernur NTT dan Forkopimda menuju Mapolsek Alok, Polres Sikka. Rombongan menerima laporan mengenai perkembangan situasi sekaligus menemui masyarakat terdampak.
Polri juga menyerahkan bantuan awal kepada sekitar 100 warga, dengan penyerahan secara simbolis kepada 13 perwakilan masyarakat.
ZERO CURANMOR & ZERO WASTE! Bang Jali Bongkar Pilar 3 dan 4 di Hadapan Juri Jakarta Innovation Award
“Kami bukan hanya sekadar datang. Kami hadir untuk memberikan bantuan dan meringankan beban masyarakat yang terdampak. Bantuan ini merupakan bantuan awal, dan bantuan selanjutnya akan segera dikirim,” ujar Rudi.
Polri memastikan sejumlah kebutuhan dasar menjadi prioritas dalam penanganan gempa, mulai dari makanan dan minuman, layanan kesehatan, evakuasi, keamanan lingkungan, akses menuju wilayah terdampak, hingga kelancaran distribusi bantuan.
Mabes Polri Kirim Perkuatan
Selain mengerahkan Kapolda ke lokasi, Polri menyiapkan perkuatan personel dari Mabes Polri untuk diberangkatkan menuju NTT pada Sabtu malam.
Perkuatan tersebut akan diterbangkan menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Personel yang dikirim terdiri dari 100 personel Korbrimob Polri, tiga personel DVI, tiga personel Slog Polri, Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri, serta personel Divhumas Polri.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan masing-masing unsur memiliki fungsi dalam mendukung penanganan bencana.
Korbrimob disiapkan untuk memperkuat respons dan pengamanan di lapangan. Sementara tim DVI disiapkan untuk membantu proses identifikasi korban apabila diperlukan.
Polri akan memperkuat dukungan logistik dan sarana prasarana, sedangkan tim psikologi memberikan layanan trauma healing bagi masyarakat terdampak. Divhumas juga diterjunkan untuk memastikan informasi terkait penanganan bencana disampaikan secara cepat, akurat, dan bersumber dari informasi resmi.
“Perkuatan ini menunjukkan bahwa respons Polri dilakukan secara berlapis. Kami tidak hanya mengirim personel, tetapi juga kemampuan yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan di lapangan,” ujar Isir.
Isir juga meminta seluruh personel yang bertugas tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami minta seluruh anggota tetap semangat. Hadir di tengah masyarakat dengan empati, dengarkan apa yang mereka butuhkan, bantu semaksimal mungkin, dan segera laporkan apabila ada kendala yang membutuhkan perkuatan,” katanya.
Polri menyatakan penanganan gempa akan terus dilakukan bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya. Fokus utama diarahkan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, serta pemulihan masyarakat terdampak.














