KOMA.ID, JAKARTA – RT 11 RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berhasil masuk dalam tiga besar ajang Jakarta Innovation Award (JIA) 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.
Sebagai bagian dari proses penilaian, tim verifikasi lapangan melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat RT 11. Tim tersebut berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama jajaran Pusat Riset dan Inovasi Daerah (PRID) Bappeda DKI Jakarta.
Ketua RT 11, Imam Basori, menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim verifikasi sekaligus memaparkan berbagai inovasi yang selama ini dijalankan bersama warga.
Gempa Susulan di NTT Capai 7.492 Kejadian
Dalam kesempatan itu, Imam yang akrab disapa Ibas juga mendemonstrasikan sejumlah fasilitas yang menjadi bagian dari program Bang Jali (Bareng Jaga Lingkungan). Program tersebut mengintegrasikan sistem keamanan lingkungan dengan teknologi digital dan perangkat yang dapat diakses warga melalui smartphone.
“Inovasi Bang Jali saat ini ada dua pilar. Mulai dari sistem keamanan, ada beberapa inovasi di dalamnya. Tadi kita lakukan uji coba, ada e-Gate 11 dan Smart Gate yang terkoneksi dengan kartu akses RFID,” kata Ibas, Senin (24/8/2026).
ZERO CURANMOR & ZERO WASTE! Bang Jali Bongkar Pilar 3 dan 4 di Hadapan Juri Jakarta Innovation Award
Dilengkapi GPS untuk Kendaraan Warga
Selain sistem akses gerbang, RT 11 juga membekali warga dengan perangkat pelacak kendaraan bermotor berbasis GPS. Perangkat tersebut diberikan secara gratis kepada setiap kepala keluarga (KK).
Menurut Ibas, teknologi tersebut digunakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan kendaraan sekaligus mengantisipasi potensi pencurian kendaraan bermotor.
“Kita pakai GPS kendaraan bermotor, setiap KK mendapatkan satu. Kita ingin kalau di klaster luar bobol, setidaknya klaster dalam bisa kita antisipasi,” ujarnya.
Sistem keamanan di lingkungan RT 11 juga dilengkapi dengan kamera CCTV, tombol darurat atau panic button, serta sistem pengawasan kegiatan ronda Satkamling.
Selain teknologi keamanan, warga juga memanfaatkan perangkat pengeras suara untuk memberikan imbauan kepada anak-anak agar sudah berada di rumah setelah pukul 22.00 WIB.
Fasilitas tersebut diberi nama Si Jaga Warga. Imbauan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan pada malam hari.
“Ada Si Jaga Warga. Ini setiap jam 10 malam ada suara imbauan ke anak-anak supaya pulang. Kita aktifkan jam malam karena kalau jam 10 biasanya muncul potensi gangguan, kita mitigasi dan proteksi,” tutur Ibas.
Si Jaga Warga tidak hanya digunakan untuk mengingatkan anak-anak. Sistem tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai pengingat kepada warga, termasuk kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik maupun kompor gas.
Warga juga diingatkan untuk memastikan perangkat GPS kendaraan selalu dalam kondisi terisi daya.
Raih Juara 1 Nasional Siskamling
Berbagai inovasi keamanan yang dikembangkan RT 11 sebelumnya juga mendapatkan apresiasi di tingkat nasional. Ibas mengatakan, lingkungan yang dipimpinnya berhasil meraih juara pertama nasional dalam lomba siskamling yang diselenggarakan Polri.
“Kita sudah mendapatkan apresiasi dari Mabes Polri. Kita juara satu nasional dan diberikan Bapak Kapolri di Gedung Tribrata. Ini hasil jerih payah warga yang mendapatkan pengakuan dari Mabes Polri dan kita bawa warga go international. Karena kita tidak bisa terselenggara tanpa peran warga,” tandasnya.
Siapkan Pojok Baca dan Kampung Inggris
Tak berhenti pada aspek keamanan, RT 11 juga tengah mengembangkan inovasi di bidang pendidikan.
Ibas mengatakan pihaknya sedang menyiapkan pojok baca yang ditujukan untuk memberikan ruang belajar yang nyaman dan mudah diakses anak-anak di lingkungan RT 11.
Menariknya, fasilitas tersebut juga akan dikembangkan dengan menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang mengadopsi konsep Kampung Inggris di Pare, Kediri.
“Kita akan cloning Kampung Inggris dari Pare, akan kita lakukan di sini. Karena kalau les bahasa Inggris di luar ada beban biaya, kita bisa lakukan di sini secara gratis,” papar Ibas.
Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah
Sementara itu, Ketua Ibu RT 11, Nina Fauzia, menjelaskan bahwa inovasi di lingkungannya juga memiliki pilar ketahanan pangan.
Warga mengembangkan kegiatan pertanian dan perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan di lingkungan.
Pilar tersebut juga terintegrasi dengan sistem pengelolaan sampah. RT 11 mengembangkan program Komling (Kompos Keliling) untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos.
“Kita ajak semua warga antisipasi olah sampah sehingga kita bisa menyelesaikan masalah sampah-sampah dari rumah masing-masing,” tutur Nina.
Selain Komling, terdapat pula program Koma (Kompos Mandiri) serta perangkat Smart Geprek yang dirancang untuk memudahkan warga mengolah sampah.
Menurut Nina, berbagai inovasi tersebut bahkan membuat kebutuhan terhadap sampah organik di lingkungan mereka cukup tinggi.
“Kita sampai kekurangan sampah,” lanjutnya.
Program pengelolaan sampah tersebut juga dikemas dengan pendekatan kreatif, salah satunya melalui jingle Komling Mania, sehingga kegiatan pengolahan sampah lebih mudah diterima dan menarik bagi warga.
Verifikator Apresiasi Kekompakan Warga
Kekompakan pengurus RT dan warga menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dari tim verifikasi lapangan.
Muhammad Muammar Muslim, Ketua Satuan Pelaksana Invensi dan Inovasi pada Pusat Riset dan Inovasi Daerah (PRID) Bappeda Provinsi DKI Jakarta, mengapresiasi partisipasi aktif warga RT 11 dalam menjalankan berbagai inovasi tersebut.
Menurut Muammar, salah satu tantangan dalam menjalankan inovasi di tingkat lingkungan adalah menjaga keterlibatan antara pengurus dan masyarakat.
“Tantangan biasanya RT dan pengurusnya aktif, RW dan lurahnya aktif tapi warganya tidak. Kalau warganya aktif, RT dan pengurus lingkungannya tidak. Tapi RT 11 ini pengurus dan warganya kompak semua,” kata Muammar.
Ia mengatakan, inovasi yang dikembangkan RT 11 nantinya akan dibawa ke Jakarta Innovation Days. Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga akan digelar malam apresiasi sebagai bagian dari program Bappeda DKI Jakarta.
BRIN Nilai Bang Jali Punya Nilai Lebih

Apresiasi juga disampaikan perwakilan BRIN, Rizky Agung Wibowo. Ia menilai inovasi RT 11 memiliki modal penting karena tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga ditopang komitmen warga dan keterlibatan berbagai pihak.
“Yang terberat dari buah inovasi itu adalah komitmen dari warganya. Kebetulan warga di Gandaria Utara ini lengkap ya, dari modalnya ada, dari komitmennya ada, lalu inovasi dan sistemnya ada dan terintegrasi. Ini jadi nilai lebih dari sistem Bang Jali ini,” ucap Rizky.
Masuknya RT 11 RW 07 Gandaria Utara sebagai salah satu dari tiga besar Jakarta Innovation Award 2026 sekaligus menunjukkan bahwa inovasi di tingkat lingkungan tidak selalu harus berskala besar.
Melalui kolaborasi warga, pengurus lingkungan, teknologi, serta dukungan pemerintah, berbagai persoalan sehari-hari mulai dari keamanan, ketahanan pangan, pengelolaan sampah hingga pendidikan dapat diolah menjadi inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.














