Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI untuk Perkuat Daya Saing Indonesia

×

BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI untuk Perkuat Daya Saing Indonesia

Sebarkan artikel ini
Brin Arif Satria
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. (Foto / Istimewa)

Koma.id Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pengembangan teknologi strategis, mulai dari teknologi nuklir hingga kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam jangka panjang.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pengembangan teknologi maju menjadi salah satu fokus lembaganya untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Arif, penguasaan teknologi strategis tidak bisa dilakukan secara instan. Indonesia perlu membangun kapasitas riset dan ekosistem teknologi sejak sekarang agar tidak bergantung pada teknologi asing ketika kebutuhan teknologi tersebut semakin besar.

Salah satu fokus utama BRIN adalah teknologi nuklir. Pengembangannya diarahkan untuk membangun kemampuan nasional dari hulu hingga hilir, termasuk penguasaan teknologi bahan bakar, reaktor, keselamatan, metrologi radiasi hingga pengelolaan limbah nuklir.

Penguasaan teknologi nuklir dinilai penting bukan hanya untuk sektor energi, tetapi juga memiliki manfaat strategis di bidang kesehatan, pangan, industri, serta pengawasan wilayah. BRIN ingin Indonesia memiliki kemampuan teknologi sendiri sehingga tidak hanya menjadi pengguna ketika nantinya memasuki era pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

“BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,” ujar Arif, dikutip Jumat (7/8/2026).

Selain nuklir, BRIN juga mengembangkan sejumlah teknologi strategis lainnya, termasuk AI, semikonduktor, genomik, dan teknologi kuantum.

Pengembangan AI diarahkan untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi perubahan teknologi sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi. Sementara pengembangan semikonduktor dan teknologi kuantum menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi teknologi nasional.

BRIN menilai penguasaan teknologi tersebut membutuhkan investasi riset yang konsisten, penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, pemerintah dan sektor industri.

Dengan pengembangan teknologi strategis secara berkelanjutan, BRIN berharap hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan teknologi global.

BRIN sendiri merupakan lembaga pemerintah yang memiliki mandat dalam penyelenggaraan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, invensi dan inovasi secara terintegrasi di Indonesia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.