KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Satuan Pelaksana Invensi dan Inovasi pada Pusat Riset dan Inovasi Daerah (PRID) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Muammar Muslim menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kekompakan yang terjadi di lingkungan RT 11 RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Inilah wujud contoh seluruh stakeholder mendukung inovasi yang tumbuh dari masyarakat,” kata Muammar saat kunjungan untuk verifikasi lapangan atas Jakarta Innovation Award 2026, Senin (24/8/2026).
Disampaikan Muammar, bahwa kekompakan ini menjadi aspek penting dalam melahirkan inovasi. Apalagi sepanjang dirinya berkiprah, tak jarang ditemukan kekurang-kompakan yang ada di lingkungan.
“Karena memang kita sering temui di lapangan, bahwa kadang Pak Lurahnya aktif, dari walikotanya aktif, dari kecamatannya aktif, tidak disupprort oleh masyarakatnya. Kadang juga masyarakatnya aktif tapi kurang support dari pak lurahnya, kecamatannya, dan walikotanya,” ujarnya.
“Hari ini kita lihat semuanya sama-sama kumpul di sini, kita lihat inovasi ini sebagai sesuatu yang sangat penting,” sambung Muammar.
Nasaruddin Umar Ajak Umat Perkuat Akhlak Fondasi Peradaban Sambut Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
Kemudian, ia mengatakan bahwa Jakarta Innovation Award (JIA) tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan apresiasi yang tinggi kepada wilayah yang selalu menelurkan inovasi yang menarik dan bermanfaat bagi lingkungan, salah satunya yang dilakukan oleh masyarakat di RT 11 tersebut.
“Kami sampaikan juga bahwa Jakarta Innovation Award ini kami selenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh inovator di seluruh wilayah Pemprov DKI Jakarta,” tandasnya.
Apalagi dengan kiprah Ketua RT 11 dan para warga yang terus menguatkan inovasi tersebut, hingga akhirnya banyak disorot publik dan bahkan viral di berbagai platform media. Maka dari itu, Muammar pun menyatakan bahwa inovasi RT 11 sudah pantas untuk diberikan apresiasi yang tinggi.
“Wilayah ini sudah viral di mana-mana, sudah banyak yang memberitakan wilayah ini terhadap inovasinya, sehingga selayaknyalah kita berikan apresiasi dari Pemprov DKI Jakarta karena memang inovasinya sangat bagus, dan kebetulan ikut berpartisipasi di JIA dan alhamdulillah dalam kesempatan kali ini masuk 3 besar,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu pula, ia mengatakan bahwa JIA merupakan aspek penting untuk memberikan dukungan ranking bagi indeks inovasi daerah. Di mana program Kementerian Dalam Negeri melakukan awarding terhadap daerah yang memiliki inovasi terbaik dan lebih unggul.
“Jakarta Innovation Award ini ada korelasinya dengan Innovative Government Award. Innovative Government Award ini penilaiannya terkait dengan indeks inovasi daerah. Indeks inovasi daerah ini setiap tahunnya dinilai oleh pemerintah pusat dalam hal ini oleh Kementerian Dalam Negeri,” paparnya.
Oleh sebab itu, peran aktif inovasi di RT 11 tersebut menjadi sumbangsih yang sangat penting bagi Pemprov DKI Jakarta dalam merebut anugerah dari pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dalam ajang Innovative Government Award tersebut.
“Ini juga ada korelasinya dengan indeks daya saing daerah. Jadi kepala daerah kita pak Gub dan Wagub dinilai dari hal-hal kecil yang kita lakukan dari indeks inovasi daerah. Di indeks inovasi daerah ini menjadi data tarikan indeks daya saing daerah,” pungkasnya.









