Koma.id | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bergerak cepat menangani sejumlah bencana alam yang melanda Indonesia, mulai dari gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana hidrometeorologi di Sumatera.
Dirjen Bina Adwil Kemendagri sekaligus Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, menceritakan bahwa Mendagri langsung menginstruksikan keberangkatan ke NTT sesaat setelah gempa besar terjadi.
“Tidak pakai lama, Mendagri bersama rombongan terbang ke NTT untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).
Setibanya di Manggarai Timur, Tito menggelar rapat koordinasi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait. Fokus utama adalah percepatan pendataan kerusakan rumah warga. Pemerintah menyiapkan bantuan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp70 juta untuk rusak berat.
Pendataan dilakukan berjenjang dari desa hingga kabupaten, kemudian divalidasi oleh aparat penegak hukum dan Badan Pusat Statistik (BPS) agar bantuan tepat sasaran. Tito juga meminta Pemda mendata kerusakan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah.
Perubahan Desil Ancam Akses Beasiswa KIP
Dalam kunjungan ke Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Tito menyerahkan santunan Rp15 juta per jiwa kepada ahli waris korban meninggal dunia. Santunan tambahan juga diberikan oleh Kementerian Sosial. Selain itu, Kemendagri menyalurkan dua unit genset, 10 tempat tidur lapangan, serta Rp200 juta untuk memperkuat posko pengungsi di dua desa.
Pada Senin (17/8), Tito memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Natas Lehong, Manggarai Timur, mengenakan busana adat Manggarai Timur. Kehadiran Mendagri bersama jajaran kementerian di lokasi bencana merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud kehadiran negara.
“Sejak hari pertama gempa, negara sudah hadir dan berbuat di lokasi bencana. Pemerintah pusat tidak tinggal diam,” tegas Safrizal.
Mendagri menekankan prioritas pemulihan jaringan listrik dan distribusi logistik, khususnya sembako. Tito mengajak masyarakat terdampak untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mempercepat pemulihan.
“Semakin cepat didata, semakin cepat pula bantuan disalurkan,” ujarnya.









