Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

GNK Apresiasi Polri Sukses Amankan Aksi AMPB Damai dan Tertib

×

GNK Apresiasi Polri Sukses Amankan Aksi AMPB Damai dan Tertib

Sebarkan artikel ini
Botok Pati
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok Pati usai melakukan audiensi dengan pimpinan DPR RI.

KOMA.ID, JAKARTA — Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang dinilai berhasil menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama pelaksanaan aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB).

Habib Syakur menilai aparat telah menjalankan tugasnya dengan baik dengan memastikan jalannya aksi berlangsung aman, damai, dan tertib. Menurutnya, pengamanan yang dilakukan kepolisian juga menunjukkan bahwa ruang penyampaian aspirasi masyarakat tetap dapat berjalan secara demokratis tanpa mengganggu ketertiban umum.

Silakan gulirkan ke bawah

“Saya mengapresiasi aparat kepolisian yang telah menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan memastikan aksi AMPB berlangsung damai serta tertib. Ini menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi dan menjaga keamanan dapat berjalan beriringan,” ujar Habib Syakur, Jumat (28/8/2026).

Di sisi lain, Habib Syakur juga memberikan apresiasi kepada massa AMPB yang dinilainya mampu menjaga komitmen untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menilai sikap peserta aksi yang siap membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan jawaban konkret atas tuntutannya merupakan bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi.

Menurut Habib Syakur, salah satu fokus utama aksi AMPB adalah meminta adanya kejelasan dan komitmen tertulis mengenai proses pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, termasuk kepastian mengenai kapan regulasi tersebut akan disahkan oleh pimpinan DPR RI.

“AMPB datang dengan hajat yang jelas. Mereka meminta jawaban konkret, termasuk adanya perjanjian tertulis dan kepastian mengenai kapan RUU Perampasan Aset akan disahkan. Kalau aspirasi itu sudah mendapatkan jawaban, mereka juga menyatakan siap membubarkan diri dengan tertib,” katanya.

Karena itu, Habib Syakur mengecam munculnya narasi-narasi negatif di ruang publik yang justru menyudutkan aksi AMPB karena berlangsung damai dan kondusif. Ia menilai anggapan bahwa aksi tersebut tidak menghasilkan apa-apa atau hanya menjadi aksi biasa tidak tepat jika tidak memahami substansi tuntutan yang dibawa peserta aksi.

“Jangan karena aksinya damai dan kondusif kemudian muncul narasi seolah-olah aksi AMPB tidak jelas atau tidak memiliki tujuan. Justru tujuan mereka sangat jelas, yakni meminta komitmen tertulis dan kepastian mengenai pengesahan RUU Perampasan Aset,” tegasnya.

Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak mudah membangun opini yang dapat mengaburkan substansi penyampaian aspirasi masyarakat. Menurutnya, kritik terhadap aksi tetap diperbolehkan dalam demokrasi, tetapi jangan sampai berkembang menjadi narasi provokatif yang berpotensi memperkeruh suasana.

Habib Syakur kemudian mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpecah atau terprovokasi oleh agenda-agenda politik yang berpotensi menciptakan pertentangan antarkelompok.

“Jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibuat untuk memecah belah. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan beri ruang bagi agenda politik adu domba yang bisa menciptakan disharmonisasi hingga disintegrasi bangsa,” tuturnya.

Menurutnya, perbedaan pandangan politik maupun sikap terhadap suatu kebijakan merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengorbankan stabilitas sosial dan persatuan nasional.

Habib Syakur berharap seluruh elemen masyarakat, aparat keamanan, pemerintah, DPR, serta kelompok masyarakat sipil dapat terus mengedepankan komunikasi dan penyelesaian persoalan melalui jalur konstitusional.

“Yang terpenting sekarang adalah menjaga suasana tetap kondusif. Aspirasi sudah disampaikan, aparat sudah menjalankan tugasnya, dan masyarakat juga harus ikut menjaga ketertiban. Jangan sampai kepentingan politik sesaat mengorbankan persatuan bangsa,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.