JAKARTA – Aktivis sekaligus praktisi hukum, Gurun Arisastra menyatakan dukungan atas rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh kelompok masyarakat Pati yang tergabung di dalam Aliansi Masyarkat Pati Bersatu (AMPB) pimpinan Supriyono alias Botok Pati, di depan Gedung DPR RI hari ini, Kamis 27 Agustus 2026.
“Saya mendukung demontrasi yang dilakukan masyarakat Pati maupun daerah lain besok di Jakarta menyampaikan pendapat dimuka umum,” kata Gurun, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, demonstrasi masyarakat Pati tersebut sudah sepatutnya untuk didukung dan dilindungi, tidak hanya oleh Kepolisian saja akan tetapi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
“Harus kita lindungi, harus kita dukung, itu hak dan konstitusional dalam UUD 1945, negara harus membuka akses dan memberikan perlindungan apalagi bertujuan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Pun demikian, ia sangat berharap agar demonstrasi yang akan dilakukan hari ini bisa berjalan dengan baik, aman, damai, dan tetap menunjukkan nuansa demokrasi yang baik.
“Kita berharap demontrasi yang melibatkan partisipasi publik ini berjalan sesuai keilmuan, berjalan dengan tenang, dan mengedepankan kepentingan perbaikan bangsa dan negara,” tutur Gurun.
Lebih lanjut, Gurun Arisastra meyakini bahwa Supriyono alias Botok Pati mampu mengorganisi massa aksinya untuk memastikan, bahwa mereka akan tetap satu komando dan menjalankan demonstrasi secara damai.
“Saya yakin Botok mampu mengkoordinir ini semua dengan baik,” pungkasnya.
AMPB Janji Aksi Damai
Sekadar diketahui, bahwa AMPB akan menggelar aksi unjuk rasa pada hari ini, Kamis 27 Agustus 2026. Elemen masyarakat Pati yang dipimpin oleh Supriyono alias Botok Pati dan Teguh Istiyanto tersebut akan berujuk rasa membawa dua tuntutan utama, yakni sahkan RUU Perampasan Aset, serta hukum mati koruptor.
Dalam statemennya, Botok Pati memastikan demonstrasi AMPB akan berlangsung damai dan tertib.
“Jadi kami datang di Jakarta ini tidak ada niatan untuk membuat rusuh,” kata Botok Pati.
Bahkan ia juga memastikan, jika ada tuntutan lain selain dua tuntutan yang dibawa, dipastikan Botok tak bertanggung jawab dan menolak untuk dikait-kaitkan. Apalagi jika ada isu untuk menurunkan atau memakzulkan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Kita fokus kepada dua tuntutan itu. Tidak ada pelengseran Prabowo-Gibran, tidak ada!” tegasnya.
Botok meminta publik tidak mengaitkan AMPB dengan kelompok atau pihak lain yang membawa isu berbeda dalam aksi 27 Agustus.
Menurutnya, apabila terdapat massa yang mengatasnamakan AMPB tetapi membawa tuntutan di luar dua isu tersebut, pihaknya memastikan kelompok itu bukan bagian dari AMPB.
“Kalau misal-misalnya ada itu bukan dari AMPB,” ujarnya.













