Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Hukum

40 Ormas Islam Siap Jadi Pengacara Keluarga Almarhum Bambang

×

40 Ormas Islam Siap Jadi Pengacara Keluarga Almarhum Bambang

Sebarkan artikel ini
40 Ormas Islam
Aliansi 40 Ormas Islam Untuk Kerukunan Umat Beragama saat silaturrahmi dengan keluarga almarhum Bambang Setiawan,

KOMA.ID, JAKARTA – Aliansi 40 Ormas Islam Untuk Kerukunan Umat Beragama mendatangi rumah duka pedagang kaca cermin Bambang Setiawan yang menjadi korban meninggal atas kerusuhan demo 27 Agustus 2026 kemarin.

Direktur LBH Hidayatullah sekaligus Juru Bicara Aliansi 40 Ormas Islam, Syaefullah Hamid menyatakan keprihatinan dan mengucapkan bela sungkawa.

Silakan gulirkan ke bawah

“Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Kita turut prihatin, kami hadir menyampaikan turut bela sungkawa,” ujar Syaefullah kepada wartawan di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Berdasarkan komunikasi dengan pihak keluarga, Syaefullah menyampaikan bahwa almarhum Bambang bukanlah peserta aksi pada tanggal 27 Agustus 2026 di DPR RI.

“Berdasarkan keterangan keluarga beliau bukan peserta aksi, keluar di depan rumah untuk cek toko karena lampunya belum dimatikan. Namun justru dipukuli dan diseret hingga tewas oleh oknum preman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syaefullah Hamid menegaskan bahwa Aliansi Ormas Islam dalam pertemuan tersebut selain menyampaikan duka cita, berkenan mengajukan bantuan hukum terhadap keluarga korban.

“Kita juga berkenan tadi telah mengajukan bantuan hukum terhadap keluarga korban sebagai bentuk kemanusiaan, ini peristiwa hukum yang menciderai hak-hak asasi manusia wajib dibela,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Isnaeni yang merupakan Wasekjen DPP Hidayatullah turut bicara. Ia menilai bahwa peristiwa yang dialami oleh korban Bambang Setiawan memang sebaiknya harus diproses hukum secara tuntas, agar tidak terulang di masa depan dan menjadi preseden buruk di kemudian hari.

“Harus diproses hukum, ini tidak boleh terulang di masa depan,” Ujar Isnaeni.

Selanjutnya, aktivis Syarikat Islam sekaligus Juru Bicara Aliansi 40 Ormas Islam Gurun Arisastra juga mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk mengawal kasus ini. Apalagi dirinya menilai bahwa negara tidak boleh kalah oleh premanisme.

“Saya mengajak semua masyarakat mari kita dorong kasus ini ke ranah penegakan hukum, kita dorong keluarga untuk proses hukum, kawal ini, negara tidak boleh kalah dengan premanisme,” ujar Gurun.

Lebih lanjut, Gurun pun berharap Kepolisian semakin serius mengumpulkan bukti. Karena ia yakin keterlibatan salah satu ormas di Indonesia menjadi pihak yang wajib diminta pertanggungjawabannta.

“Videonya juga telah beredar, tentu mudah polisi untuk menelusuri, ada massa yang terorganisir, beramai ramai membawa bambu menggunakan truk, ada pola yang sama, tentu ini bisa menjadi petunjuk oleh polisi,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.