KOMA.ID, JAKARTA — Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden, bukan di bawah kementerian.
Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, menilai keputusan ini menunjukkan komitmen Presiden dalam menjaga kemandirian dan profesionalitas Polri.
NII Crisis Center Ingatkan Potensi Penyusupan Radikalisme di Panti Asuhan dan Rumah Tahfidz
“PB SEMMI mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo. Menurut kami, ini langkah yang tepat dan sesuai dengan semangat reformasi,” ujar Bintang di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurut Bintang, posisi Polri di bawah Presiden merupakan bagian dari amanat reformasi yang harus dijaga.
Ia menjelaskan, jika Polri ditempatkan di bawah kementerian justru berpotensi menjadi langkah mundur dalam reformasi sektor keamanan.
Buntut Polemik Syarat Pendidikan Gibran, Themis Indonesia Minta DKPP Pecat Komisioner KPU-Bawaslu
“Kalau Polri di bawah kementerian, ada risiko independensinya terganggu dan terlalu banyak campur tangan birokrasi. Posisi saat ini sudah tepat untuk menjaga kinerja dan tanggung jawab Polri,” tegasnya.
PB SEMMI juga menyatakan akan terus mendukung perbaikan di tubuh Polri agar semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat.
“Kami mendukung Polri untuk terus berbenah, meningkatkan pelayanan, dan semakin dekat dengan masyarakat,” lanjutnya.
Selain itu, Bintang menyebut keputusan ini juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momen hari ulang tahun Polri.
“Ini bisa menjadi kado terindah bagi Kapolri dan seluruh jajaran. Sekaligus jadi bentuk kepercayaan agar Polri terus memperbaiki diri,” tutup Bintang. (NOE)














