Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

PB SEMMI: Demokrasi Beri Ruang Perbedaan Tapi Juga Junjung Tinggi Supremasi Hukum

×

PB SEMMI: Demokrasi Beri Ruang Perbedaan Tapi Juga Junjung Tinggi Supremasi Hukum

Sebarkan artikel ini
Ketum Pb Semmi Achmad Donny
Ketua Umum PB SEMMI, Achmad Donny.

KOMA.ID, JAKARTA – Insiden politik yang terjadi jelang perayaan HUT Ke 81 RI di Aceh dan Papua mengundang keprihatinan dan respon dari masyarakat, salah satunya dari Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI).

Ketua Umum PB SEMMI, Achmad Donny menyesalkan pelecehan dan penistaan simbol negara dengan berlindung di balik jargon demokrasi.

Silakan gulirkan ke bawah

“Demokrasi memberikan ruang perbedaan yang cukup tapi jangan lupa demokrasi juga menjunjung tinggi penegakkan hukum. Menginjak-injak simbol negara sambil berlindung di balik tembok demokrasi tidak bisa dibenarkan dan jelas-jelas perbuatan melawan hukum,” kata Donny dalam keterangan di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan adalah undang-undang yang mengatur simbol negara. Simbol negara digunakan sebagai alat atau sarana untuk membangun, menggalang dan memupuk rasa memiliki yang sama.

“Rasa memiliki yang sama yang selalu kita teriakan untuk menjaga keutuhan NKRI, yaitu, Persatuan dan Kesatuan. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, negara ini dibangun dengan fondasi Negara Kesatuan bernama Republik Indonesia. Kata Persatuan dan Kesatuan menjadi pengikat NKRI,” ucap Donny.

Karena itu, kata Donny, menginjak-injak, merusak simbol negara adalah perbuatan hukum dan pelakunya harus siap dan konsekuen menerima akibat dari perbuatannya, jangan berlindung dibalik tembok Demokrasi dan membenarkan perbuatannya atas nama Demokrasi.

“Jangan sampai karena alasan menjaga Persatuan dan Kesatuan kita bersikap permisif padahal perbuatannya merupakan pelanggaran hukum. Undang-undang mengatur dengan jelas soal itu. Ada sanksi hukumnya,” tegas Donny.

“Dengan semangat Kemerdekaan mari kita jaga keutuhan bangsa dan negara ini dengan menularkan rasa Persatuan dan Kesatuan sebagai bangsa secara proporsional. Demokrasi tidak hanya membuka ruang perbedaan tapi juga ruang penegakkan hukum,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.