KOMA.ID, JAKARTA – Poros Wartawan Jakarta (PWJ) mengecam keras pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono yang menyebut wartawan sebagai salah satu penyebab maraknya kasus keracunan akibat mengonsumsi makanan dari program Makan Gizi Gratis (MBG) di media sosial.
Ketua PWJ, Zul Sikumbang mengatakan, pernyataan Sudaryono sebagai bentuk kepanikan karena tidak mampu mengatasi masalah MGB, salah satunya adalah keracunan yang menyebabkan sekitar 50 ribu pelajar mengalami keracunan usai menyantap MBG di berbagai provinsi.
“PWJ mengecam keras pernyataan Sudaryono yang menyebutkan bahwa wartawan sebagai salah pihak yang ikut andil meramaikan kasus MBG di media sosial,” kata Zul Sikumbang dalam keterangannya, Selasa malam (15/9/2026).
Pemilik nama lengkap Zulhelfi Sikumbang ini pun menambahkan, bahwa pernyataan mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut adalah bentuk penghinaan kepada profesi wartawan.
“Saya menilai, tuduhan tersebut jelas melukai, menghancurkan, bahkan merendahkan profesi wartawan yang bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik,” kata Zul Sikumbang.
Oleh karena itu, PWJ menuntut Sudaryono untuk segera mencabut pernyataan yang menyesatkan tersebut, sekaligus meminta maaf secara terbuka kepada publik.
“PWJ juga minta Sudaryono untuk mengklarifikasi sekaligus meminta maaf kepada wartawan atas pernyataannya,” tegas Zul Sikumbang.
Sebelumnya, Sudaryono menyebut secara keseluruhan program MNG tidak bermasalah. Ia menilai ramainya isu mengenai MNG di media sosial dipengaruhi oleh sejumlah pihak, mulai dari guru, orang tua siswa, wartawan hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Dalam video yang beredar, Sudaryono menyebut bahwa MBG secara keseluruhan di lapangan tidak ada masalah, namun dibuat ramai oleh guru, orang tua, wartawan, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM), yang bernuansa ideologis dan politis.
Pernyataan Sudaryono itu termuat dalam video yang diunggah oleh akun Instagram dardardar_30 pada Senin (14/9/2026).
“Saya bukan ngeluh. Ini hanya cerita kondisinya aja. MBG secara keseluruhan kalau anda lihat di bawah, orang nggak ada masalah sama MBG. Ini yang rame di sosmed,” kata Sudaryono.
“Kenapa rame, satu adalah ideologis. Ini masalah urusan politik, nomor satu. Yang ngeramein gurunya, yang ramein orang tua siswanya, yang ramein adalah wartawannya, yang ramein adalah orang-orang oknum yang LSM dan lain sebagainya. Itu ideologi politis,” ujarnya.














