Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

MUI Soroti Karnaval Pekalongan yang Dinilai Mirip Ritual Satanic

×

MUI Soroti Karnaval Pekalongan yang Dinilai Mirip Ritual Satanic

Sebarkan artikel ini
Muhammad Cholil Nafis
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis. (Foto / Istimewa)

KOMA.ID, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti pelaksanaan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah, yang menjadi sorotan setelah menampilkan sejumlah atraksi bernuansa mistik dan simbol yang dinilai menyerupai ritual satanic.

Karnaval tersebut sebelumnya digelar dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus khitanan massal ke-61. Namun, sejumlah materi pertunjukan yang beredar di media sosial justru memicu kontroversi.

Silakan gulirkan ke bawah

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menilai konsep pertunjukan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai yang semestinya dihadirkan dalam peringatan Maulid Nabi.

Menurut Cholil, perayaan kelahiran Rasulullah SAW seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, meneladani akhlak Nabi, serta menghadirkan kegiatan yang mendidik dan membawa kedamaian.

“Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Cholil, Senin (14/9/2026).

Ia mengatakan, kegiatan karnaval pada dasarnya dapat dilakukan selama memiliki nilai edukasi dan tidak bertentangan dengan prinsip keislaman.

Namun, menurut Cholil, pertunjukan yang menghadirkan unsur menakutkan, simbol-simbol yang diasosiasikan dengan iblis, maupun praktik yang mendekati animisme justru keluar dari substansi perayaan Maulid.

“Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan dengan haflah Maulid Nabi,” tegasnya.

Sorotan terhadap Simbol dan Adegan Pertunjukan

MUI menyoroti sejumlah visual dalam SKNC 2026 yang kemudian viral di media sosial.

Dalam pertunjukan tersebut, sejumlah talent disebut mengenakan kostum menyerupai sosok iblis. Mereka juga membawa obor dan sebuah kitab dengan simbol mata satu yang diasosiasikan dengan Dajjal.

Selain itu, terdapat penggunaan simbol pentagram terbalik yang oleh MUI disebut secara umum identik dengan simbol satanic.

3b1812504f4763c514998e6a00d16aa5 1

Bagian lain yang turut menjadi perhatian adalah adegan penyembelihan seekor kambing yang dilakukan di tengah rangkaian pertunjukan.

MUI menilai penyajian adegan semacam itu tidak tepat apabila ditempatkan dalam rangkaian kegiatan yang membawa nama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Cholil menegaskan bahwa ekspresi kegembiraan dalam memperingati Maulid seharusnya diwujudkan melalui kegiatan yang sesuai dengan tuntunan dan keteladanan Rasulullah.

Ia mencontohkan memperbanyak membaca shalawat dan Alquran sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi.

“Bergembira dengan Maulid Nabi itu dengan mengikuti sunnah beliau, seperti halnya membaca shalawat dan membaca Alquran,” ujarnya.

Menurutnya, visualisasi horor serta penggunaan simbol-simbol yang dianggap menyimpang berpotensi menggeser makna spiritual dari peringatan Maulid Nabi.

Momen yang semestinya menjadi sarana mengenang kelahiran dan meneladani akhlak Rasulullah, kata Cholil, seharusnya tidak justru diisi dengan tontonan yang menimbulkan ketakutan atau menghadirkan simbol-simbol yang bertentangan dengan nilai keislaman.

MUI pun mengingatkan agar kegiatan yang dikaitkan dengan peringatan hari besar keagamaan tetap memperhatikan nilai, tujuan, serta pesan moral yang hendak disampaikan kepada masyarakat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.