Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Said Iqbal Tegaskan HOSTUM Masih Jadi Agenda Utama Gerakan Buruh

×

Said Iqbal Tegaskan HOSTUM Masih Jadi Agenda Utama Gerakan Buruh

Sebarkan artikel ini
Said Iqbal Partai Buruh
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.

KOMA.ID, JAKARTA – Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan bahwa gerakan HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah) masih menjadi agenda utama perjuangan buruh Indonesia.

Menurutnya, perjuangan tersebut belum selesai karena persoalan kepastian kerja dan upah yang layak masih dirasakan jutaan pekerja.

Silakan gulirkan ke bawah

Said mengatakan praktik outsourcing, khususnya yang diterapkan pada pekerjaan inti, membuat pekerja berada dalam kondisi penuh ketidakpastian. Pekerja dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun di sebuah perusahaan, namun status dan masa depan pekerja tetap tidak memiliki kepastian.

“Outsourcing yang diterapkan pada pekerjaan inti membuat pekerja terus hidup dalam ketidakpastian. Mereka bekerja bertahun-tahun, tetapi statusnya mudah diganti, masa depannya tidak jelas, dan haknya sering kali lebih rendah dibandingkan pekerja tetap,” kata Said dalam keterangannya.

Karena itu, Said menilai outsourcing pada pekerjaan inti harus dihapus. Sementara untuk pekerjaan penunjang, praktik outsourcing dinilai tetap harus dibatasi dan diawasi secara ketat agar tidak merugikan pekerja.

Selain persoalan status kerja, Said juga menyoroti kebijakan upah yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan hidup layak. Ia menolak menjadikan upah murah sebagai strategi utama untuk menarik investasi ke Indonesia.

“Upah murah juga tidak boleh terus dijadikan strategi menarik investasi. Investasi harus menciptakan pekerjaan layak, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kesejahteraan,” tegasnya.

Menurut Said, pertumbuhan ekonomi tidak seharusnya dibangun dengan mengorbankan daya beli masyarakat pekerja maupun masa depan keluarga buruh.

Ia menekankan bahwa HOSTUM bukan sekadar jargon yang digunakan dalam aksi demonstrasi. Lebih dari itu, HOSTUM merupakan tuntutan buruh terhadap kepastian kerja, upah layak, jaminan sosial, serta kehidupan yang bermartabat.

“HOSTUM bukan sekadar slogan demonstrasi. HOSTUM adalah tuntutan atas kepastian kerja, upah layak, jaminan sosial, dan kehidupan yang bermartabat,” ujar Said.

Said pun mengajak seluruh elemen buruh untuk menjaga persatuan dan terus mengawal agenda tersebut. Ia berharap pembahasan mengenai undang-undang ketenagakerjaan yang baru benar-benar mampu menjawab tuntutan pekerja.

“Undang-undang ketenagakerjaan yang baru harus menjawab tuntutan HOSTUM. Jangan biarkan perjuangan buruh dialihkan dari persoalan utama yang setiap hari menentukan kehidupan mereka dan keluarganya,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.