Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Habiburokhman Apresiasi Pengungkapan 2,6 Ton Sabu Cair di Kepri: Salah Satu yang Terbaik dalam Sejarah

×

Habiburokhman Apresiasi Pengungkapan 2,6 Ton Sabu Cair di Kepri: Salah Satu yang Terbaik dalam Sejarah

Sebarkan artikel ini
Kom 3 habibu
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Foto / Istimewa)

KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi keberhasilan operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Kepulauan Riau (Kepri) yang menggagalkan penyelundupan sekitar 2,6 ton narkotika jenis methamphetamine atau sabu dalam bentuk cair.

Menurut Habiburokhman, pengungkapan tersebut merupakan salah satu capaian besar dalam pemberantasan narkotika di Indonesia. Ia menilai keberhasilan itu menunjukkan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi jaringan narkotika internasional.

Silakan gulirkan ke bawah

“Pengungkapan 2,6 ton sabu cair di perairan Kepulauan Riau menjadi salah satu keberhasilan besar dalam pemberantasan narkotika di Indonesia,” kata Habiburokhman dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Kasus tersebut terungkap setelah tim gabungan melakukan operasi terhadap MV Ocean Porter, kapal berbendera Tanzania yang diamankan di perairan Karimun, Kepulauan Riau, pada Senin, 17 Agustus 2026.

Selain menemukan narkotika cair, petugas juga mendapati 1,57 juta batang rokok ilegal asal China tanpa pita cukai di dalam kapal. Sebanyak 10 awak kapal yang merupakan warga negara Myanmar turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Habiburokhman mengatakan pengungkapan tersebut patut diapresiasi karena melibatkan koordinasi lintas lembaga sejak tahap intelijen hingga tindakan di lapangan.

“Melalui joint operation, BNN RI, Bea Cukai, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika yang dibawa menggunakan kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania. Selain 2,6 ton sabu cair, petugas juga mengamankan 1,57 juta batang rokok ilegal dan 10 awak kapal warga negara Myanmar,” ujarnya.

Disebut Salah Satu Pengungkapan Terbaik

Politikus Partai Gerindra itu menilai skala barang bukti yang berhasil diamankan menunjukkan besarnya potensi ancaman yang berhasil diputus sebelum narkotika tersebut beredar di Indonesia.

“Seperti yang kami sampaikan, ini adalah salah satu pengungkapan terbaik dalam sejarah,” tegas Habiburokhman.

Sebelumnya, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan pengungkapan tersebut bermula dari analisis dan pemantauan terhadap pergerakan kapal yang dianggap mencurigakan. Kapal tersebut diketahui beberapa kali berganti nama dan terakhir menggunakan nama MV Ocean Porter.

Petugas kemudian melakukan pencegatan di perairan Karimun. Dalam pemeriksaan, narkotika cair ditemukan di beberapa bagian kapal, termasuk di dalam drum dan tangki air. Total barang bukti yang ditemukan mencapai sekitar 2,6 ton.

Selain narkotika, petugas menemukan empat kontainer. Salah satunya berisi sekitar 1,57 juta batang rokok ilegal asal China yang tidak dilengkapi pita cukai.

Habiburokhman: Kolaborasi Bukan Sekadar Jargon

Habiburokhman menilai keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antarlembaga penegak hukum dan aparat terkait harus diwujudkan hingga tingkat teknis.

“Yang paling penting, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi bukan sekadar jargon. Ketika BNN, Bea Cukai, dan Polri bekerja bersama hingga ke tingkat teknis, hasilnya nyata,” katanya.

Ia mendorong pola operasi bersama seperti yang dilakukan dalam pengungkapan MV Ocean Porter terus diperkuat. Menurutnya, jalur laut, khususnya kawasan strategis seperti Kepulauan Riau dan Selat Malaka, harus terus mendapat perhatian karena berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika internasional.

Habiburokhman pun meminta aparat tidak berhenti pada penyitaan barang bukti dan penangkapan awak kapal. Jaringan yang berada di balik pengiriman narkotika tersebut juga harus dibongkar hingga ke aktor utama dan pihak yang membiayai maupun mengendalikan distribusinya.

Joint operation seperti ini harus terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat dan generasi bangsa yang berhasil diselamatkan dari ancaman narkoba,” pungkasnya.

Berpotensi Selamatkan Jutaan Jiwa

Besarnya jumlah narkotika yang berhasil digagalkan juga menjadi perhatian karena dampak peredarannya berpotensi sangat luas. BNN menyebut pengungkapan 2,6 ton sabu cair tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 14,1 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Pengungkapan ini juga disebut sebagai salah satu operasi besar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Di sisi lain, aparat masih melakukan pendalaman terhadap kapal, barang bukti, serta 10 awak kapal warga negara Myanmar yang diamankan.

Penyidik juga perlu menelusuri asal-usul narkotika, jalur distribusi, jaringan penerima di Indonesia, serta kemungkinan keterkaitan pengiriman sabu cair tersebut dengan jaringan narkotika internasional.

Dengan demikian, keberhasilan mencegah masuknya 2,6 ton sabu cair bukan hanya soal jumlah barang bukti yang disita, tetapi juga menjadi momentum untuk membongkar jaringan penyelundupan narkotika lintas negara yang memanfaatkan jalur perairan Indonesia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.