Koma.id, Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkotika di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Harian DPP PKB Najmi Mumtaza Rabbany atau Gus Najmi menyusul operasi gabungan BNN dan Polda Metro Jaya yang berhasil menangkap Muhammad Ridwan alias Bos Gendut, buronan kasus kepemilikan 98 kilogram sabu.
Gus Najmi menilai pemberantasan jaringan narkoba tidak sekadar berkaitan dengan penangkapan bandar, tetapi merupakan bagian dari upaya menyelamatkan generasi muda Indonesia dari ancaman narkotika.
“PKB mendukung penuh langkah tegas BNN dalam mengungkap dan memberantas jaringan narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Bagi saya, ini bukan sekadar persoalan penangkapan bandar. Ini adalah perang untuk menyelamatkan masa depan generasi muda Indonesia,” ujar Gus Najmi dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, narkoba memiliki dampak luas terhadap masyarakat. Selain mengancam kesehatan, penyalahgunaan narkotika juga dapat merusak keluarga, mengganggu produktivitas, serta mengancam masa depan anak-anak dan generasi muda.
Karena itu, Gus Najmi meminta negara tidak ragu dalam menindak tegas bandar dan jaringan narkoba. Ia juga mendorong agar hasil kejahatan narkotika ditelusuri serta ekosistem yang memungkinkan peredaran barang haram tersebut terus berkembang diputus.
“Negara tidak boleh ragu dan tidak boleh kalah. Kita harus tegas terhadap bandar dan jaringannya. Jaringannya harus diputus, aset hasil kejahatannya harus dikejar, dan ekosistem yang membuat narkoba tumbuh harus dihancurkan,” tegasnya.
Di sisi lain, Gus Najmi mengingatkan bahwa penegakan hukum harus dibarengi dengan kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurut dia, operasi pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti setelah penangkapan para pelaku.
Ia mendorong adanya pengawasan secara berkelanjutan, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan perlindungan terhadap anak dan pemuda.
“Kita harus keras terhadap bandar, tetapi hadir untuk masyarakat. Anak-anak dan pemuda Kampung Bahari harus mendapatkan ruang untuk tumbuh, pendidikan, pekerjaan, aktivitas positif, dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, BNN bersama Polda Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran di kawasan Kampung Bahari pada Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut menyasar sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan jaringan peredaran narkotika.
Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan Muhammad Ridwan alias Bos Gendut merupakan buronan yang telah menjadi target aparat sejak operasi penertiban Kampung Narkoba pada Oktober 2025.
Bos Gendut sebelumnya diketahui melarikan diri setelah tersangkut perkara kepemilikan 98 kilogram sabu, uang tunai Rp1,4 miliar, berbagai logam mulia, serta tujuh pucuk senjata api.
Dalam operasi terbaru tersebut, petugas juga menyasar rumah A alias Lopes dan Kimmul yang diduga terkait jaringan narkoba di Kampung Bahari.
Selain menangkap Bos Gendut, petugas mengamankan tiga orang lainnya yang diduga berperan sebagai pengedar narkoba. Seluruh orang yang diamankan kemudian dibawa ke Kantor BNNK Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari penggeledahan, petugas turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua unit mobil, timbangan digital, perangkat CCTV, alat komunikasi HT, dan telepon seluler iPhone.
Petugas juga menemukan barang yang berkaitan dengan senjata api, yakni satu pucuk senjata api, satu laras panjang, 54 butir peluru tajam kaliber 9 milimeter, 71 butir peluru karet, serta satu holster senjata.
Dalam proses penindakan, situasi di lapangan sempat memanas. Sejumlah warga disebut melakukan perlawanan dengan melemparkan kembang api ke arah petugas. Tim gabungan kemudian menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa dan mengamankan perimeter operasi.
Setelah situasi terkendali, petugas kembali melanjutkan proses penggeledahan terhadap sejumlah lokasi yang menjadi sasaran operasi.
Gus Najmi menilai langkah penegakan hukum tersebut harus menjadi momentum untuk membangun penanganan narkoba yang lebih menyeluruh, sehingga pemberantasan tidak hanya menyasar pelaku, tetapi juga mencegah munculnya jaringan baru.
“Satu Kampung Bahari sudah terlalu banyak. Jangan sampai ada Kampung Bahari berikutnya di Indonesia,” pungkas Gus Najmi.
BNN bersama Polda Metro Jaya sendiri menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku peredaran gelap narkotika sebagai upaya memutus mata rantai distribusi narkoba dan menjaga masyarakat dari ancaman narkotika.














