Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Effendi Gazali Percaya Gibran Punya Ijazah SMA, Ajak Tunjukkan di Forum DPR

×

Effendi Gazali Percaya Gibran Punya Ijazah SMA, Ajak Tunjukkan di Forum DPR

Sebarkan artikel ini
Effendi Gazali
Pakar komunikasi politik, Prof Effendi Gazali.

KOMA.ID, JAKARTA – Pakar Komunikasi Politik, Prof Effendi Gazali menyatakan sejauh ini percaya bahwa ijazah SMA atau setara/sederajat atas nama Gibran Rakabuming Raka itu ada.

Hal ini disampaikan Effendi setelah dirinya mendengar statemen secara langsung dari Gibran, yang menyatakan bahwa dirinya tak mungkin bisa kuliah jika tak memiliki ijazah SMA.

Silakan gulirkan ke bawah

“Ketika Pak Gibran menyatakan, saya bisa kuliah di S1 mana mungkin saya tidak punya ijazah SMA. Saya percaya sampai malam ini,” kata Effendi Gazali dalam dialog interaktif di Rakyat Bersuara, Selasa (13/10/2026).

Statemen Gibran itu menjadi landasan logika dan moralnya untuk percaya bahwa putra sulung Joko Widodo dan Iriana tersebut memang memiliki ijazah yang sah setara dengan SMA.

“Karena logikanya, kan ndak mungkin orang itu bisa sekolah S1 kalau gak ada ijazah SMA,” sambungnya.

Maka dari itu untuk memastikan keyakinannya itu memang benar adanya, termasuk untuk menampik keraguan banyak kalangan kalau Gibran punya dokumen legal yang bisa disetarakan dengan ijazah pendidikan setara SMA itu, maka kuncinya adalah kemauan Gibran untuk hadir dalam forum yang bakal dibentuk oleh DPR RI. Karena forum itu menurut Effendi Gazali adalah wadah yang tepat untuk Gibran pamer ijazah yang dimaksud.

“Karena itu waktu yang paling tepat membuktikannya sesuai pertanyaan rakyat bersuara ini di DPR. Karena di Mahkamah konstitusi waktunya kan pendek, sudah selesai,” ujarnya.

Statemen itu adalah satire yang dilontarkan okeh Effendi Gazali. Terlebih ia juga menyinggung soal protes dari tim loyalis Gibran yang kecewa karena salah satu tim ahlinya, yakni Muhammad Rullyandi yang diusir dari ruang majelis Mahkamah Konstitusi pada sidang tanggal 1 Oktober 2026 lalu.

Effendi yakin betul Rully atau tim ahli yang dihadirkan pihak Gibran tak akan diusir dari forum jika DPR RI benar menggelarnya.

“Bahkan ada komplain-komplain yang menurut saya bagus, saya dukung, ahli kami diusir dari ruangan Mahkamah Konstitusi, dilaporkan ke MKMK. Kita doakan di DPR tidak akan diusir,” tukasnya.

“Hadirkan ahli anda selengkapnya dan menceritakan semua, tunjukkan A Level itu, tunjukkan ijazahmu gitu ya,” sambung Effendi.

Lanjut, ia juga sempat mengaku heran mengapa dalam putusan Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, tak ada satu pun hakim MK yang memberikan dissenting opinion.

“Saya suka membayangkan loh 9 hakim MK itu tidak ada dissenting opinion-nya, 99-nya, jangan-jangan 99-nya salah, siapa tahu di DPR yang jumlahnya ratusan ditemukan yang dissenting opinion,” tandasnya.

Oleh sebab itu, ia bersama dengan rekan-rekannya di AKSI (Aliansi Kolektif Sipil) berupaya mendorong agar Komisi II DPR RI segera membentuk forum yang bertujuan untuk mengusut polemik ijazah Wapres Gibran Rakabuming Raka tersebut.

“Saya membuka kesempatan loh ini, positif-positif, tampil lah ke DPR,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, bahwa Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming merespons pertimbangan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebut tidak menemukan bukti mantan Wali Kota Solo itu memiliki ijazah pendidikan luar negeri yang dapat menjadi dasar untuk disetarakan dengan SMA. Merespons hal ini, Gibran menegaskan tidak mungkin dapat kuliah di Singapura jika tidak lulus SMA.

“Ya kalau saya nggak lulus SMA, kan saya enggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura. Ya itu,” kata Gibran di sela meninjau Inacraft, di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Gibran memastikan akan menindaklanjuti pernyataan MK mengenai bukti ijazah setara SMA.

“Ya, itu nanti segera kami follow up, ya,” katanya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.