Koma.id | Jakarta – Kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur semakin umum dilakukan masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Namun, alih-alih membantu tubuh lebih rileks, aktivitas seperti bermain media sosial, menonton video, atau membaca berbagai konten digital justru berpotensi membuat seseorang lebih sulit terlelap dan menurunkan kualitas tidur.
Penggunaan ponsel sebelum tidur kerap dianggap sebagai cara untuk menghilangkan penat setelah menjalani aktivitas seharian. Meski demikian, kebiasaan tersebut sering membuat waktu istirahat tertunda karena pengguna larut dalam berbagai konten yang terus muncul di layar.
Selain membuat waktu tidur menjadi lebih larut, paparan cahaya dari layar gadget juga dapat memengaruhi ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Cahaya biru (blue light) yang dipancarkan layar ponsel, tablet, maupun perangkat elektronik lainnya diketahui dapat menghambat produksi melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam menimbulkan rasa kantuk dan membantu tubuh bersiap untuk tidur.
Akibatnya, otak menganggap kondisi masih berada pada siang hari sehingga proses alami tubuh untuk beristirahat menjadi terganggu.
Tak hanya itu, aktivitas digital seperti menggulir media sosial, bermain gim, menonton video, atau membaca berita juga dapat merangsang kerja otak dan sistem saraf. Kondisi tersebut membuat pikiran tetap aktif ketika tubuh seharusnya mulai memasuki fase relaksasi menjelang tidur.
Sejumlah penelitian menunjukkan penggunaan layar dalam durasi panjang sebelum tidur dapat meningkatkan risiko gangguan tidur atau insomnia, sekaligus mengurangi total waktu tidur seseorang.
Meski demikian, gadget tidak selalu berdampak negatif terhadap kualitas istirahat. Dalam kondisi tertentu, perangkat digital justru dapat membantu proses relaksasi apabila digunakan secara pasif, seperti untuk mendengarkan musik yang menenangkan, suara alam, panduan meditasi, atau audio relaksasi tanpa harus terus menatap layar.
Pengamat kesehatan tidur menilai manfaat atau dampak gadget sangat bergantung pada jenis aktivitas yang dilakukan, durasi penggunaan, serta kebiasaan masing-masing individu.
Untuk menjaga kualitas tidur, masyarakat disarankan mulai membatasi penggunaan gadget setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum waktu tidur. Langkah tersebut memberi kesempatan bagi otak dan tubuh untuk memasuki fase istirahat secara alami.
Pengguna yang terpaksa menggunakan ponsel pada malam hari juga dianjurkan mengaktifkan fitur night mode atau mengurangi tingkat kecerahan layar guna meminimalkan paparan cahaya biru.
Selain itu, aktivitas seperti membaca buku fisik, melakukan peregangan ringan, atau latihan pernapasan dapat menjadi alternatif untuk membantu tubuh lebih rileks menjelang tidur.
Masyarakat juga dianjurkan menjaga jadwal tidur dan bangun secara teratur setiap hari agar pola istirahat tetap stabil. Jika ponsel digunakan sebagai alarm, perangkat sebaiknya diletakkan agak jauh dari tempat tidur untuk menghindari kebiasaan bermain gadget sebelum tidur maupun setelah bangun.
Di tengah gaya hidup yang semakin digital, para ahli menilai pengelolaan waktu penggunaan gadget menjadi salah satu langkah sederhana namun penting untuk menjaga kualitas tidur. Sebab, istirahat yang cukup berperan besar dalam menjaga kesehatan fisik, konsentrasi, produktivitas, serta kebugaran tubuh pada keesokan harinya.









