Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Istana Jawab Ultimatum BEM SI Soal Reformasi Jilid II

Views
×

Istana Jawab Ultimatum BEM SI Soal Reformasi Jilid II

Sebarkan artikel ini
Istana Jawab Ultimatum BEM SI Soal Reformasi Jilid II
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto/Istimewa)

Koma.id Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjawab ultimatum Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah yang memberi waktu 18 hari kepada pemerintah untuk mengatasi pelemahan rupiah.

Prasetyo mengatakan pemerintah menerima aspirasi itu sebagai masukan. Ia menyebut pemerintah saat ini terus bekerja mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi Indonesia.

Silakan gulirkan ke bawah

“Beberapa hari ini kan saudara saksikan bahwa kita juga betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita,” kata Prasetyo kepada wartawan, dikutip Jumat (12/6/2026).

Prasetyo mengatakan kondisi perekonomian dipengaruhi oleh banyak faktor. Ia meyakini langkah-langkah yang diambil pemerintah akan bisa memperbaiki kondisi perekonomian.

“Dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengatakan perbaikan ekonomi tidak dapat selalu dicapai dalam tenggat waktu tertentu seperti yang ditetapkan mahasiswa.

“Mohon maaf ya, apa namanya tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa apa namanya dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang, yang sudah ditetapkan. Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini kan adalah apa namanya, semangatnya itu. Semangatnya untuk kita semua bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan detikJateng, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI Jawa Tengah menggelar demonstrasi di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Mereka mendesak pemerintah mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah. Mahasiswa memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk menguatkan rupiah. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid 2.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.