KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, resmi ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh periode 2026–2031. Ia menggantikan Said Salahudin yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen.
Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah mufakat dalam Rapat Presidium Partai Buruh yang digelar pada Minggu (26/7/2026). Sebanyak 10 organisasi inisiator pelanjut Partai Buruh sepakat mengangkat Henry Saragih untuk mengisi posisi Sekjen.
Wakil Presiden Partai Buruh, Said Salahudin, menyambut positif terpilihnya Henry. Menurutnya, rekam jejak Henry di tingkat internasional menjadi modal penting bagi Partai Buruh dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kami semua tentu bersyukur atas terpilihnya Pak Henry Saragih sebagai Sekjen Partai Buruh yang baru. Beliau adalah salah satu tokoh kebanggaan Indonesia yang punya pengalaman panjang di dunia internasional,” kata Said Salahudin dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7).
Henry Saragih dikenal sebagai tokoh gerakan petani dunia. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Umum Gerakan Petani Internasional La Via Campesina selama dua periode berturut-turut, yakni sejak 2004 hingga 2013. Organisasi tersebut memiliki lebih dari 200 juta anggota yang tersebar di lebih dari 70 negara.
Daftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Resmi Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2029
Said juga menyoroti berbagai penghargaan internasional yang pernah diterima Henry Saragih. Salah satunya adalah penghargaan dari The Observer Ethical Award yang menempatkan Henry sebagai salah satu tokoh “Green Giants: The Eco Power List”, bersama Raja Charles III saat masih bergelar Pangeran Charles dan mantan Presiden Bolivia Evo Morales.
“Bersama Pangeran Charles (Raja Inggris sekarang) dan Eva Morales (mantan Presiden Bolivia), Pak Henry pernah dinobatkan oleh The Observer Ethical Award sebagai salah satu tokoh ‘Penentu Agenda Penyelamatan Lingkungan Dunia atau Green Giants: The Eco Power List’. Ini bukan prestasi yang main-main,” ujarnya.
Selain itu, Henry juga pernah mendapat pengakuan dari media internasional maupun nasional. Harian The Guardian memasukkannya dalam daftar “50 Tokoh Penyelamat Planet”, sementara Majalah Gatra menyebutnya sebagai “Tokoh Gerakan Sosial Indonesia”, dan Harian Kompas menobatkannya sebagai “Tokoh Petani Paling Berpengaruh di Dunia”.
Partai Buruh menilai pengalaman tersebut akan menjadi nilai tambah dalam memperkuat dukungan dari kalangan petani, masyarakat adat, hingga pegiat lingkungan hidup.
“Pengalaman luar biasa Pak Henry Saragih itu tentu saja memberikan optimisme kepada kami di Partai Buruh untuk dapat mencapai target pemenangan Pemilu. Para petani, masyarakat adat, dan para pegiat lingkungan hidup di seluruh Indonesia tentu akan lebih bersemangat untuk mendukung Partai Buruh,” kata Said.
Dengan terpilihnya Henry Saragih, kepemimpinan Partai Buruh kini diisi oleh dua figur yang memiliki pengalaman di tingkat internasional, yakni Presiden Partai Buruh Said Iqbal dan Sekjen Henry Saragih.
Said Salahudin menyebut kedua tokoh tersebut mewakili dua kelompok pemilih besar di Indonesia, yaitu kalangan buruh dan petani.
“Dengan terpilihnya Sekjen baru, maka pucuk pimpinan Partai Buruh saat ini diduduki oleh dua orang tokoh dunia yang mewakili dua kelompok pemilih terbesar di Indonesia, yaitu kelompok buruh dan kelompok petani. Mereka adalah Said Iqbal sebagai Presiden dan Henry Saragih sebagai Sekjen,” tuturnya.
Dalam keterangannya, Said juga mengulas rekam jejak Said Iqbal di tingkat internasional. Ia menyebut Presiden Partai Buruh itu pernah menerima penghargaan “Febe Elisabeth Velasquez Award”, yang diberikan kepada pemimpin buruh yang dinilai berani memperjuangkan hak-hak pekerja dan masyarakat miskin.
Selain itu, Said Iqbal juga pernah menjabat sebagai anggota Governing Body di International Labour Organization (ILO), badan perburuhan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), selama tiga periode berturut-turut.













