Koma.id – Harga emas kembali mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. Lonjakan ini dipicu kombinasi kebijakan tarif impor Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Iran, yang mendorong investor memburu aset safe-haven.
Harga emas spot naik 1,1 persen ke level 5.202,28 dolar AS per ons. Sementara emas berjangka pengiriman April menguat 1 persen ke posisi 5.226,20 dolar AS per ons.
Tak hanya emas, perak juga melesat 3,9 persen menjadi 90,73 dolar AS per ons. Pelaku pasar bahkan mulai berspekulasi harga perak berpotensi kembali menembus level 100 dolar AS tahun ini.
Tarif dan Minyak Jadi Pemicu
Penguatan logam mulia terjadi setelah Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif impor sebesar 10 persen dan mempertimbangkan kenaikan hingga 15 persen. Kebijakan ini meningkatkan kekhawatiran inflasi sekaligus memperburuk sentimen perdagangan global.
Analis TD Securities, Bart Melek, menilai kombinasi tarif dan kenaikan harga minyak mendorong investor melakukan lindung nilai (hedging) melalui emas.
“Lingkungan dengan ketidakpastian kebijakan perdagangan dan tekanan harga energi biasanya menjadi katalis bagi aset aman,” ujarnya.
Efek Ketegangan Trump–Iran
Selain faktor ekonomi, pasar juga merespons sikap keras Presiden Donald Trump terhadap program nuklir Iran. Ketegangan ini meningkatkan kekhawatiran potensi konflik militer di kawasan Timur Tengah.
Secara historis, setiap eskalasi geopolitik besar cenderung menguntungkan emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko global.
Sepanjang 2026, harga emas telah melonjak sekitar 20 persen. Rekor tertinggi tahun ini tercatat di level 5.594,82 dolar AS per ons.
Dengan kombinasi risiko geopolitik dan kebijakan proteksionis AS, tren bullish emas diperkirakan masih bertahan dalam jangka pendek.












