Koma.id – Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, yang memicu kekhawatiran pasar global terhadap potensi konflik lebih luas.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas dunia menguat sekitar 1,80 persen ke level US$5.278 per troy ons, menjadikannya salah satu penguatan tertinggi dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada 21 Februari, harga emas berada di posisi US$5.108 per ons dan terus meningkat sejak awal pekan lalu.
Pergerakan harga ini mencerminkan keresahan investor terhadap ketidakpastian geopolitik serta permintaan yang tinggi terhadap aset safe haven seperti emas di tengah ketegangan internasional.
Geopolitik Dorong Permintaan Emas
Kenaikan harga emas dipicu oleh eskalasi konflik di wilayah strategis yang menjadi pusat produksi energi dunia. Serangan militer oleh AS dan Israel terhadap target di Iran membuat kekhawatiran pasar akan meluasnya konflik dan potensi guncangan pasokan minyak, yang kemudian memicu arus modal ke emas sebagai aset lindung nilai.
Market watchers mencatat bahwa emas kerap menguat ketika ketegangan geopolitik meningkat, karena investor cenderung beralih dari aset berisiko seperti saham ke aset yang lebih aman seperti bullion.
Dampak di Pasar Domestik
Tidak hanya pasar global, pasar domestik juga merasakan dampaknya. Harga emas batangan 24 karat Antam di Indonesia tercatat naik sekitar Rp40.000 per gram, menembus angka Rp3.085.000 per gram, naik dari sekitar Rp3.012.000 per gram beberapa hari sebelumnya.
Kenaikan harga ini terjadi di tengah dinamika pasar yang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti nilai tukar dan sentimen inflasi akibat ketidakpastian ekonomi global.
Risiko Konflik dan Pergerakan Pasar
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi militer tersebut melalui unggahan di platform Truth Social, yang menurutnya bertujuan untuk “membela rakyat Amerika dari ancaman nyata rezim Iran”. Pernyataan itu memperkuat persepsi pasar terhadap eskalasi risiko geopolitik global.
Pakar pasar menyatakan bahwa konflik yang memicu ketidakpastian global seperti ini biasanya langsung berdampak pada permintaan emas, sehingga logam mulia itu menjadi pilihan investasi saat pasar keuangan menghadapi tekanan.
Prospek Harga Emas
Tidak hanya mencapai reaksi kenaikan saat ini, sejumlah analis memproyeksikan bahwa harga emas masih berpotensi bergerak lebih tinggi jika ketegangan Timur Tengah terus berlanjut. Lonjakan permintaan sebagai aset safe haven bisa semakin memicu reli harga di pasar global, termasuk kemungkinan menembus level yang lebih tinggi dalam beberapa pekan mendatang.












