Koma.id | Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menyentuh level Rp17.718 per dolar AS pada awal pekan ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik dan tetap tenang menghadapi fluktuasi pasar. Ia menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah diperkirakan mulai mereda pada pertengahan pekan seiring stabilisasi di pasar obligasi.
Menurut Purbaya, pemerintah telah mulai masuk ke pasar obligasi secara bertahap dan diikuti oleh investor asing. Langkah ini diyakini mampu menurunkan tekanan di pasar keuangan.
“Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit-sedikit, asing juga sudah mulai masuk, sehingga tekanan di bond mestinya berkurang,” ujarnya di Istana, Selasa (19/05).
Harga Dolar Jebol ke Rp 17.700!
Ia menambahkan, berkurangnya tekanan di pasar obligasi biasanya turut meredakan sentimen negatif terhadap rupiah. Purbaya optimistis karena laporan APBN hingga April menunjukkan hasil positif, menandakan kuatnya fondasi ekonomi nasional.
Purbaya menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,6 persen, didorong oleh konsumsi masyarakat dan investasi swasta.
“Fondasi kita betul-betul bagus, Anda tidak usah khawatir,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menghitung skenario pelemahan rupiah dalam pengelolaan APBN, termasuk dampaknya terhadap subsidi energi.
“Sudah kita hitung, jadi tidak usah khawatir,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menilai pelemahan rupiah tidak berdampak besar bagi masyarakat desa karena aktivitas ekonomi mereka tidak menggunakan mata uang asing. Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan publik, termasuk dari sejumlah figur publik seperti Bunga Zainal dan Aulia yang menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok akibat kurs dolar yang tinggi.
Menanggapi hal itu, Purbaya menjelaskan bahwa pernyataan Presiden disampaikan dalam konteks kegiatan koperasi desa, bukan pembahasan ekonomi internasional.
“Jangan anggap Pak Presiden tidak mengerti. Pak Presiden paham betul tentang rupiah, hanya konteksnya di koperasi desa,” ujarnya.
Pemerintah dijadwalkan menyampaikan penjelasan lengkap mengenai kondisi APBN dan strategi stabilisasi ekonomi. Purbaya memastikan langkah antisipasi telah disiapkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan daya beli masyarakat.







