Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Pegadaian Bantah Emas Langka, Hambatan Ada di Proses Cetak Fisik

Views
×

Pegadaian Bantah Emas Langka, Hambatan Ada di Proses Cetak Fisik

Sebarkan artikel ini
Pegadaian Bantah Emas Langka, Hambatan Ada di Proses Cetak Fisik
PT. Pegadaian (Persero) tegaskan stok emas fisik masih tersedia namun tidak langsung tersedia dalam ukuran besar. (Foto/Istimewa)

Koma.id PT Pegadaian (Persero) membantah adanya kelangkaan emas fisik di pasaran, sekaligus menjelaskan penyebab antrean panjang yang sempat ramai dibicarakan nasabah belakangan ini. Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan di Gade Tower, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Damar menegaskan stok emas fisik di Pegadaian dan pasar secara umum sebenarnya masih tersedia, namun tidak langsung tersedia dalam jumlah besar di ukuran kecil seperti 0,5 gram atau 1 gram yang banyak dicari konsumen. Permasalahan terjadi pada proses pencetakan fisik emas dari batangan besar menjadi pecahan kecil, yang membutuhkan waktu produksi di pabrik.

Silakan gulirkan ke bawah

“Tidak ada kelangkaan, tapi hanya proses pencetakan yang sedikit terlambat,” ujar Damar, menjelaskan bahwa emas batangan 1 kilogram atau 12 kilogram harus dipecah-pecah menjadi pecahan kecil sesuai permintaan pasar.

Pegadaian menyatakan lonjakan permintaan emas fisik, terutama dari nasabah Tabungan Emas yang ingin mencetak saldo digital menjadi emas batang fisik, turut memperpanjang antrean cetak. Hal ini tidak hanya terjadi di Pegadaian, tetapi juga di galeri atau butik emas lain di pasar.

Pegadaian memastikan semua produk emas yang dijual dijamin secara fisik sesuai prinsip underlying asset rasio satu banding satu, yakni barang emas yang dijual benar-benar tersedia dan disimpan di brankas penyimpanan standar sebelum didistribusikan kepada nasabah.

Dalam unggahan di akun resmi Instagram @pegadaian_id, perusahaan menyebut tengah melakukan optimalisasi produksi dan distribusi untuk menyelesaikan seluruh permintaan cetak emas fisik yang tertunda. Pihak manajemen menargetkan semua permintaan dapat dipenuhi paling lambat akhir Februari 2026.

Selain itu, Pegadaian mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan mempertimbangkan layanan lain yang tersedia, termasuk gadai emas dan buyback Tabungan Emas, untuk kebutuhan dana tunai sementara sambil menunggu proses cetak selesai.

Klarifikasi ini datang di tengah tren minat masyarakat terhadap emas fisik yang meningkat, seiring dengan lonjakan transaksi Tabungan Emas dan permintaan cetak fisik dari saldo digital.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.