Koma.id | Jakarta – Sejumlah kawasan di Ibu Kota tampak gelap pada Sabtu malam menyusul aksi pemadaman lampu serentak yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sekaligus penghematan energi. Pemadaman berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB.
Pantauan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menunjukkan pemadaman tidak berlangsung serentak. Hotel Mandarin Oriental menjadi salah satu bangunan pertama yang mematikan lampu tepat pukul 20.30 WIB, sementara gedung lain seperti Hotel Indonesia Kempinski dan Plaza Indonesia masih terlihat terang hingga beberapa menit kemudian. Patung Selamat Datang baru tampak gelap sekitar pukul 20.35 WIB, sedangkan sebagian besar gedung di sekeliling Bundaran HI baru memadamkan lampu sekitar pukul 20.45 WIB.
Meski lampu jalan dan ikon kota dipadamkan, sejumlah videotron di kawasan MH Thamrin masih tetap menyala menampilkan iklan. Halte Transjakarta MH Thamrin juga tidak ikut memadamkan lampu, dan area teras pandang tetap ramai dikunjungi warga yang berswafoto. “Saya baru ke sini sekali ini. Ya mau lihat Bundaran HI dari atas. Tapi lho kok lampunya dimatikan. Tapi ya kalau untuk peringatan hari lingkungan, bagus juga,” kata Purwanto (40), salah satu pengunjung.
Di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Sarinah, sejumlah gedung seperti Kedutaan Besar Jepang, Gedung Sinarmas, dan Kementerian Agama masih terlihat menyala hingga lewat pukul 21.00 WIB. Sebaliknya, kawasan Medan Merdeka Barat tampak lebih kompak. Gedung-gedung pemerintah seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perhubungan, RRI, Kemenko PM, hingga kompleks Istana Kepresidenan terlihat gelap selama aksi berlangsung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, sebelumnya menyatakan aksi pemadaman lampu ini merupakan ajakan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya sederhana menjaga lingkungan. “Hemat energi dan kurangi emisi, padamkan lampu 60 menit dalam rangka Hari Lingkungan Hidup,” ujarnya.
Aksi pemadaman lampu menyasar gedung pemerintah, swasta, hotel, restoran, hingga apartemen di lima wilayah Jakarta, dengan pengecualian fasilitas layanan kesehatan. Pemprov DKI juga memadamkan sejumlah ikon kota seperti Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI, Patung Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda, Patung Pahlawan, dan Patung Jenderal Sudirman.








