Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiInternasionalNasional

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terima Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nankai

Views
×

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terima Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nankai

Sebarkan artikel ini
Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto/Istimewa)

Koma.id | Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) bidang ekonomi dari Universitas Nankai, Tianjin, China. Gelar tersebut diserahkan langsung oleh Presiden sekaligus Rektor Universitas Nankai, Prof. Chen Yulu, sebagai pengakuan atas kontribusi Purbaya dalam mendorong kemajuan ekonomi dan keuangan di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam keterangan tertulis, Kamis (25/06), Purbaya menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia dan insan pengelola keuangan negara yang terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi antara dunia akademik dan pembuat kebijakan menjadi faktor penting menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Universitas Nankai menegaskan keputusan pemberian gelar profesor kehormatan didasarkan pada kepemimpinan Purbaya dalam pengelolaan keuangan publik, pembangunan ekonomi, serta penguatan stabilitas sektor keuangan di Asia Tenggara.

“Keputusan ini merupakan pengakuan atas kepemimpinan Anda yang luar biasa, kontribusi yang menonjol dalam bidang keuangan publik internasional, serta komitmen yang teguh terhadap pembangunan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara,” kata Chen Yulu dalam surat resmi universitas.

Selain menerima gelar kehormatan, Purbaya juga diundang untuk menyampaikan kuliah kehormatan dan berdialog dengan akademisi serta peneliti di kampus Universitas Nankai.

Penganugerahan gelar profesor kehormatan berlangsung di sela kunjungan kerja Purbaya ke China pada 16–19 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Menteri Keuangan China Lan Fo’an, pejabat Bank Sentral China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor.

Purbaya berhasil mengamankan komitmen pendanaan sekitar US$17 miliar atau setara Rp301,4 triliun dari AIIB untuk mendukung proyek pembangunan Indonesia periode 2025–2029. Selain itu, pemerintah juga memperoleh dukungan terkait rencana penerbitan Panda Bond, surat utang berdenominasi yuan yang akan diterbitkan di pasar keuangan China.

“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan,” jelasnya.

Purbaya menegaskan penghargaan dari Universitas Nankai mencerminkan semakin eratnya hubungan Indonesia dan China, tidak hanya di bidang ekonomi dan keuangan, tetapi juga pendidikan. Ia berharap kerja sama akademik kedua negara dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam riset, pendidikan, dan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.