Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaHukumNasional

DPR Dorong Polri Kejar Jaringan Sindikat Judol Hayam Wuruk

Views
×

DPR Dorong Polri Kejar Jaringan Sindikat Judol Hayam Wuruk

Sebarkan artikel ini
DPR Dorong Polri Kejar Jaringan Sindikat Judol Hayam Wuruk

Koma.id | Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang berhasil membongkar markas judi online (judol) di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dengan menetapkan 287 warga negara asing (WNA) sebagai tersangka. Namun, ia menegaskan Polri tidak boleh lengah karena masih banyak jaringan sindikat yang perlu ditindak.

“Dua bulan lalu saya sudah bicara untuk serius menangkap judol dan akhirnya tertangkap lagi. Luar biasa tim Bareskrim dan jajaran yang telah serius untuk mengurangi transaksi judol yang bisa merusak generasi ke depan. Tapi jangan lengah, ini masih banyak yang perlu ditangkap jaringannya,” kata Sahroni, Sabtu (27/06).

Silakan gulirkan ke bawah

Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin menjelaskan, dari 321 WNA yang diamankan, sebanyak 287 orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negara, di antaranya 76 WN China, 185 WN Vietnam, 15 WN Myanmar, enam WN Thailand, tiga WN Laos, dan dua WN Malaysia. Selain itu, empat WNI juga diamankan karena diduga memfasilitasi operasional jaringan tersebut.

Polisi menyita barang bukti berupa 594 ponsel, 382 laptop, 179 monitor dan komputer, 11 Mac Mini, serta perangkat jaringan digital. Uang tunai senilai Rp8,7 miliar dan 155 paspor turut diamankan.

“Jaringan internasional ini mengelola lebih dari 145 situs judi online secara bergantian untuk menghindari pemblokiran. Mereka menggunakan server dan hosting di luar negeri,” ujar Nunung.

Hasil analisis digital menunjukkan nilai transaksi pada salah satu platform sindikat mencapai Rp13,9 triliun. PPATK dan OJK kini mendalami aliran dana untuk menelusuri keseluruhan transaksi yang berkaitan dengan jaringan tersebut.

Sahroni yang juga Bendahara Umum DPP NasDem menekankan agar Polri lebih gencar menertibkan praktik judol. “Ini judol semakin gencar, maka Polri harus kerja keras untuk mengurangi transaksi yang nggak kecil ini, sangat berbahaya,” tegasnya.

Polri memastikan komitmen untuk memberantas praktik perjudian online hingga ke akar-akarnya, termasuk membongkar jaringan internasional yang beroperasi di Indonesia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.