Koma.id – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendorong Polri dan TNI untuk transparan dalam melakukan penegakan hukum terkait aksi penembakan yang dilakukan terduga sindikat penggelapan mobil rental yang menembak mati korbannya di Rest Area KM 45 Tol Tangerang – Merak pada Kamis, 2 Januari 2025 dini hari menjelang subuh.
“Penegakan hukum prinsipnya harus transparan kecuali kasus-kasus tertentu seperti asusila dan anak. Jika kasus penembakan itu bukan kasus yang harus ditutupi,” jelas Pengacara Publik YLBHI Muhammad Afif.
Muhammad Afif sangat menyayangkan aksi tersebut, ia berharap aksi penembakan tidak akan terulang. “Aksi tersebut jangan sampai terulang dan polisi harus responsif memberikan pelayanan kepada warga sebagai tugas melekatnya,” tambahnya.
Pengadilan Militer Jatuhkan Vonis 1,5 hingga 3 Tahun kepada Penyiram Air Keras Andrie Yunus
YLBHI mendukung proses hukum secara transparansi oleh Polri terhadap tersangka penembakan oknum TNI AL yang kini sudah ditangkap oleh Puspom TNI AL.
“Pimpinan satuan Polri harus berani tampil membuka prosesnya dan menyampaikan perkembangan atas pemeriksaan yang dijalankan. Transparan menunjukan bagian dari reformasi Polri. Polri harus tampil dengan wajah melayani dan humanis,” pungkas Muhammad Afif.
Sekadar diketahui, bahwa kasus yang terjadi di Rest Area KM 45 Tol Tangerang – Merak berlangsung pada hari Kamis, 2 Januari 2025 sekira pukul 04.30 WIB. Saat itu, Ilyas bersama dengan putra dan karyawan Makmur Jaya Rental Motor hendak menggerebek terduga pelaku penggelapan mobil bermodus rental.
Di mana satu unit Honda Brio bernomor polisi B 2696 KZO diduga hendak dibawa kabur oleh pelaku. Namun diketahui, kawanan pelaku tak hanya ada di mobil Brio, akan tetapi ada juga satu unit Daihatsu Sigra hitam yang juga ikut menjadi sindikatnya.
Didapati, baik komplotan di mobil Honda Brio maupun Daihatsu Sigra membawa senjata api yang meletus di kawasan Rest Area. Satu orang dinyatakan meninggal dunia yakni Ilyas Abdurrahman (48). Nyawanya tak tertolong saat dibawa ke IGD RSUD Balaraja, Tangerang.
Sementara satu orang yang mengalami luka tembak di bagian tangan tembus ke perut adalah Ramli Abu Bakar (60). Saat ini, ia tengah dirawat intensif di RSCM Jakarta setelah sempat dirawat di RSUD Balaraja.
Oknum TNI AL aktif yang diduga pelaku penembakan terhadap pemilik rental mobil di rest area KM 45 Tol Jakarta-Merak, Kamis (2/1) telah diamankan di Puspom TNI AL.
“Pelaku sudah diamankan di Puspomal,” kata Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto, Jumat (2/1). Sejauh ini, Yusri belum merespons ketika ditanya berapa jumlah anggota yang diamankan.













