Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Kompolnas Yakin Survei Kepercayaan Publik ke Polri Bisa Bikin Rakyat Tenang

Views
×

Kompolnas Yakin Survei Kepercayaan Publik ke Polri Bisa Bikin Rakyat Tenang

Sebarkan artikel ini
Kompolnas Yakin Survei Kepercayaan Publik ke Polri Bisa Bikin Rakyat Tenang

KOMA.IDKomisoner Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas), Poengky Indarti mengapresiasi hasil survei yang dirilis oleh Charta Politika Indonesia tentang perspektif publik terhadap institusi Kepolisian saat ini.

“Kompolnas menyambut baik hasil survey Charta Politika yang dapat memotret meningkatnya kepercayaan publik kepada Polri, dari 57% menjadi 62,4%,” kata Poengky kepada wartawan, Jumat (23/12).

Silakan gulirkan ke bawah

Di dalam survei tersebut menunjukkan data, bahwa kinerja Polri tercatat terbaik ketiga untuk penilaian publik terhadap institusi penegak hukum setelah Kejaksaan Agung dan KPK, yaitu 20,3. Untuk tingkat kepercayaan terhadap lembaga tinggi negara, Polri mencatat angka 5,8 sangat percaya dan 56,6 percaya.

Terhadap hasil survei tersebut, alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya tersebut berharap bisa dijadikan bahan untuk memacu para pimpinan dan anggota Polri di seluruh tingkatan untuk semakin percaya diri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Hasil survey ini harus menjadi pemacu bagi seluruh pimpinan dan anggota Polri untuk meningkatkan semangat dalam melaksanakan tugasnya melayani, mengayomi, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum, guna terjaganya harkamtibmas,” ujarnya.

Sebagai mitra kritis Polri, Poengky menegaskan bahwa Kompolnas tentu sangat mendorong agar institusi Kepolisian bisa lebih baik lagi dalam menjaga kualitas pelayanan, sehingga kepercayaan publik pun dapat meningkat drastis.

“Kompolnas berharap Polri dapat meraih posisi tertinggi sebagai institusi yang dipercaya masyarakat,” tandasnya.

Poengky juga menegaskan bahwa pihaknya pun sangat optimistis jika lima arahan Presiden dan komunikasi yang baik dengan masyarakat yang dijabarkan dalam bentuk Quick Wins Kapolri dilaksanakan dengan baik, maka Polri akan lebih dicintai masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan yang bersifat preventif dan preemtif perlu dilakukan secara massif agar kejahatan dapat dicegah, sehingga masyarakat dapat merasakan hidup dalam kondisi aman,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, bahwa Charta Politika telah merilis hasil survei tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga tinggi negara. Hasilnya, tren kepercayaan publik ke Polri terus mengalami kenaikan.

Survei yang dirilis hari ini, Kamis (22/12) dan digelar pada rentang waktu antara tanggal 8-16 Desember 2022 dengan melibatkan 1.220 sampel responden yang diwawancarai secara tatap muka. Responden Charta Politika dalam survei ini berusia minimal 17 tahun atau memenuhi syarat sebagai pemilih yang ditentukan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini +- 2,82%.

Dalam survei tingkat kepercayaan lembaga tinggi negara, Polri mendapatkan angka 62,4%. Angka ini merupakan gabungan dari 5,8% responden yang sangat percaya terhadap Polri dan 56,6% responden yang percaya kepada Polri. Angka responden yang tidak percaya sebesar 31,1%, tidak percaya 4,2%, dan tidak tahu atau tidak jawab 2,4%.

Tren survei kepercayaan kepada Polri juga cenderung mengalami kenaikan. Pada September 2022, kepercayaan publik ke Polri di angka 56%. Di bulan berikutnya, angka tersebut naik menjadi 57% sebelum mengalami peningkatan lagi di bulan ini menjadi 62,4%.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menjelaskan fenomena angka kepuasan publik terhadap Polri yang mengalami kenaikan. Yunarto mengungkit momen Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil para pejabat Polri ke Istana dengan melarang membawa HP dan tongkat. Selain itu, dia mengungkit pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal pelat RF.

“Proses upaya pengembalian citra, ada beberapa yang dicoba, beberapa misalnya ada pelat RFS yang menjadi pusat perhatian. Selama ini kita tahu sering sekali pelat RF ini terlihat di jalanan menerobos aturan merasa kebal hukum,” kata Yunarto.

Yunarto juga mengungkit penghilangan tilang manual dengan Polri berfokus kepada penggunaan e-TLE. Yunarto menyebut kesadaran untuk memperbaiki institusi membuat kepercayaan kepada Polri kembali naik.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.