Koma.id | Jakarta – Aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat gabungan dari BEM se-Indonesia hari ini terpusat di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat dan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kepolisian menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengawal jalannya demonstrasi yang diperkirakan memicu kemacetan parah di sejumlah ruas jalan utama ibu kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, bijak, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pemprov juga mendorong penerapan Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi kantor dan sekolah di kawasan terdampak untuk mengurangi mobilitas warga.
Tips Keselamatan bagi Warga dan Peserta Aksi
- Tetap tenang dan waspada: Jangan panik agar dapat mengambil keputusan tepat.
- Hindari kerumunan: Segera menjauh dari titik keramaian bila memungkinkan.
- Utamakan komunikasi: Informasikan keberadaan kepada keluarga atau kerabat.
- Prioritaskan keselamatan diri: Cari lokasi aman, kembali ke kantor atau pulang.
- Jika berkendara: Tetap tenang, patuhi aturan lalu lintas, dan hindari provokasi.
- Siapkan perangkat komunikasi: Pastikan baterai ponsel penuh, bawa powerbank.
Imbauan untuk Pengendara
Polisi dan Pemprov DKI meminta pengendara menghindari kawasan Patung Kuda dan Bundaran HI. Jalur alternatif yang dapat digunakan antara lain:
- Jalan KH Mas Mansyur sebagai pengganti akses Sudirman.
- Jalan Wahid Hasyim atau Jalan Kebon Sirih untuk menghindari Thamrin.
- Jalan Juanda dan Jalan Veteran sebagai akses alternatif menuju kawasan Monas.
Warga juga disarankan menggunakan transportasi umum seperti MRT, LRT, atau Transjakarta untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
Informasi terbaru mengenai rekayasa lalu lintas dapat dipantau melalui kanal resmi TMC Polda Metro Jaya atau aplikasi JAKI. Pemprov DKI menegaskan bahwa kewaspadaan dan kebersamaan masyarakat menjadi kunci menjaga Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif di tengah dinamika aksi demonstrasi.








