Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Disorot Dimas Bagus Arya, Motif “Dendam Pribadi” Dinilai Pola Lama Kasus Kekerasan

Views
×

Disorot Dimas Bagus Arya, Motif “Dendam Pribadi” Dinilai Pola Lama Kasus Kekerasan

Sebarkan artikel ini
20260313105910

Koma.id, Jakarta – Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengkritik motif penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang disebut dilatarbelakangi dendam pribadi.

Menurut Dimas, motif tersebut terkesan sebagai pola yang berulang dan kerap digunakan dalam kasus yang melibatkan aparat atau institusi negara. Ia menilai, narasi “dendam pribadi” berpotensi menjadi alasan untuk menutup kemungkinan adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab.

Silakan gulirkan ke bawah

“Ini seperti motif baku yang digunakan untuk menghindari pertanggungjawaban komando, sekaligus menghindari proses hukum yang bisa menyeret pihak-pihak yang memberi perintah atau berada di balik operasi ini,” ujar Dimas saat ditemui di MBloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Dimas juga menyinggung kasus serupa yang menimpa mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, pada April 2017. Dalam kasus tersebut, pelaku juga mengaku melakukan penyiraman air keras karena alasan dendam pribadi.

“Kalau kita ingat kasus 2017 terhadap Novel Baswedan, pelakunya juga menyampaikan motif yang sama, yaitu dendam pribadi,” kata Dimas.

Ia mengajak publik untuk melihat pola yang berulang dalam kasus-kasus tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam mengawal proses hukum.

Sementara itu, perkara penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kini telah dilimpahkan ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI setelah sebelumnya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Sidang perdana kasus ini dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Militer II-08 pada Rabu (29/4/2026). Proses persidangan tersebut diharapkan dapat mengungkap secara terang benderang motif dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.