Koma.id – Nama Anom Widiyantoro menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang.
Anom yang menjabat sebagai Bupati Pemalang periode 2025–2030 diketahui memiliki latar belakang sebagai profesional di perusahaan milik negara (BUMN) sebelum terjun ke dunia politik.
OTT KPK: Diusung Enam Partai, Begini Koalisi Pengusung Anom Widiyantoro di Pilkada Pemalang 2024
Anom Widiyantoro lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 20 Maret 1970. Ia menempuh pendidikan Sarjana (S1) Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan lulus pada 1996.
Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada 2005.
Sebelum memasuki dunia politik, Anom membangun karier panjang di sektor BUMN. Ia mengawali karier di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan menempati berbagai posisi strategis hingga menjadi General Manager.
Setelah itu, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Human Capital di PT Hotel Indonesia Properti, anak usaha WIKA.
Pada 2024, Anom memutuskan mengundurkan diri dari jabatan di BUMN untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pemalang. Berpasangan dengan Nurkholes sebagai calon wakil bupati, pasangan tersebut memperoleh 278.043 suara atau sekitar 44,51 persen suara sah dan ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Pemalang 2024. Keduanya kemudian dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030.
Selama menjabat Bupati Pemalang, Anom mengusung visi pembangunan daerah melalui program “Pemalang Bercahaya”.
Pemerintah Kabupaten Pemalang mencatat sejumlah program prioritas, antara lain peningkatan pelayanan publik, penguatan infrastruktur, pengembangan ekonomi daerah, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Di bidang pribadi, Anom dikenal telah menikah dengan Noor Faizah Maenofie dan dikaruniai dua orang anak. Di luar aktivitas pemerintahan, ia juga diketahui memiliki ketertarikan terhadap kegiatan seni dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pemalang.
Namun, perjalanan politik Anom kini berada di bawah sorotan setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan di Kabupaten Pemalang.
Hingga saat ini, lembaga antirasuah masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diamankan dan belum mengumumkan secara resmi konstruksi perkara maupun status hukum Anom Widiyantoro.







