KOMA.ID, JAKARTA – PT Indikator Politik Indonesia membantah beredarnya pemberitaan yang menyebut lembaganya telah merilis hasil survei nasional mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan pada periode 14–24 Juli 2026.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya publikasi yang mencantumkan angka kepuasan sebesar 49,5 persen dan mengatasnamakan Indikator Politik Indonesia.
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Matraman, 4 Perusak Gerobak dan 3 Pelaku Pengeroyokan
Direktur Utama PT Indikator Politik Indonesia, Fauny Hidayat, menegaskan lembaganya tidak pernah memublikasikan hasil survei sebagaimana diberitakan tersebut.
“Indikator Politik Indonesia tidak pernah me-rilis atau mempublikasikan hasil survei nasional yang dilakukan pada Juli 2026 tersebut,” ujarnya dalam keterangan persnya, Rabu (29/7/2026).
Fauny menjelaskan, seluruh hasil survei resmi yang diterbitkan Indikator Politik Indonesia selalu diumumkan melalui kanal resmi lembaga, baik situs web maupun media sosial resminya. Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati terhadap informasi yang mengatasnamakan Indikator namun tidak berasal dari sumber resmi.
Klarifikasi tersebut muncul setelah beredar pemberitaan yang menyebut hasil survei terhadap 4.250 responden pada 14–24 Juli 2026 dengan tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo sebesar 49,5 persen. Dalam pemberitaan itu juga disertakan sejumlah indikator penilaian, mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), harga kebutuhan pokok, penegakan hukum, situasi politik, keamanan hingga kondisi ekonomi.
Fauny kembali menegaskan bahwa apabila Indikator merilis survei terbaru, publikasinya akan dilakukan secara terbuka melalui kanal resmi lembaga sehingga dapat diakses dan diverifikasi oleh masyarakat.
“Data dan temuan survei INDIKATOR secara resmi selalu dipublikasikan melalui web/portal resmi www.indikator.co.id; dan jaringan media sosial Indikator Politik Indonesia,” pungkasnya.













