Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Tokoh Agama Papua Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Hoaks Lukas Enembe

×

Tokoh Agama Papua Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Hoaks Lukas Enembe

Sebarkan artikel ini
Tokoh Agama Papua Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Hoaks Lukas Enembe
Tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe mengenakan rompi oranye, diborgol dan menggunakan kursi roda saat di tampilkan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Rabu, Jakarta (11/1/2022). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gubernur Papua Lukas Enembe selama 20 hari terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi senilai miliaran rupiah dalam proyek pembangunan infrastruktur. Lukas Enembe selanjutnya ditahan di rumah tahanan (Rutan) KPK pada Pomdam Jaya Guntur, dan akan dibantarkan untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto hingga kondisinya membaik. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Koma.idTokoh agama Papua meminta masyarakat tetap tenang dan tidak percaya berita bohong atau hoaks terkait penegakan hukum tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe yang tengah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pendeta Dante Alligheri Y.A.T Mawene, Ketua Klasis Kemtuk Gresi Sinode GKI Papua, meminta seluruh warga jemaat diseluruh Papua untuk tenang menyikapi situasi yang terjadi.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kita harus tetap tenang, dan fokus mengurus kebun kita, anak-anak kita, rumah tangga kita, dan masa depan keluarga kita. Karena itu lebih utama yang harus dipikirkan oleh kita semua,” kata Pendeta Dante dalam keterangannya, Kamis (1/2).

Kasus yang terjadi terhadap Lukas Enembe, ada proses dan prosedur yang dilakukan, sehingga sebagai masyarakat dan umat Tuhan hendaknya tetap tenang.

“Ada prosedur dan proses yang berjalan, sehingga kita tetap tenang, dan terfokus untuk menjaga kehidupan kita supaya tetap aman dan damai,” katanya.

Pastor Jhone Jonga juga menyuarakan dukungan agar Lukas Enembe bisa menjalani proses dengan baik. Ia berharap berbagai elemen masyarakat terus menjaga keutuhan pergumulan antar masyarakat dan pemeluk agama di Papua.

“Isu-isu tentang penegakan hukum dan kesehatan Bapak Lukas Enembe, kita sebagai masyarakat hendaknya menyikapi hal tersebut dengan tenang dan tidak teriakan isu hoax yang menyesatkan,” ujar Pastor Jhone.

“Banyak isu hoax yang malah akan menghancurkan persatuan kita, karena memang banyak yang beredar di medsos. Harus tetap bersatu dan tidak mudah teriakan isu-isu hoax,” lanjutnya.

Ia menilai perlu filterisasi informasi disaat situasi Papua sedang tidak menentu pasca penegakan hukum oleh KPK terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe. Masyarakat adalah kunci aman atau tidaknya suatu wilayah menyikapi persoalan yang terjadi.

“Untuk keamanan kita, masyarakat sendirilah yang menentukan itu, apakah mau aman, atau mau percaya dengan isu-isu hoax dan sesama masyarakat di adu domba. Saya ingatkan bahwa masyarakatlah yang akan jadi korban,” tegas Pastor Jhone.

Ia pun meminta masyarakat melihat persoalan dengan iman dan teliti. Sehingga tidak mudah teriakan hoax yang nantinya masyarakat sendirilah yang menjadi korban.

“Melihat segala sesuatu tentu dengan iman kita, dan sebagai orang yang mengerti maka harus lihat dulu, baca dulu dengan baik. Karena keamanan kita, kitalah sendirilah yang menentukan,” pungkas penerima Nobel Yap Thiam Hien ini.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.