KOMA.ID, JAKARTA – Menko Polhukam era Kabinet Indonesia Maju, Prof Mahfud MD mengaku sangat memahami kemarahan sejumlah elemen khususnya jurnalis yang marah dengan statemen Presiden Prabowo Subianto soal londo ireng dalam pidatonya di HUT PKB ke 28 tahun.
“Saya paham,” kata Mahfud MD di Podcast Terus Terang, dikutip Kamis (30/7/2026).
Menurut Mahfud MD, apa yang diucapkan Prabowo bisa sangat menyakiti hati jurnalis yang selama ini berada di garis independen. Mereka sebagai jurnalis akan sangat ternodai karena dituduh bekerja sama dengan asing hanya untuk kepentingan pribadi dengan merusak bangsa dan negaranya sendiri.
“Sakit lho dibilang (Londo Ireng) karena pengkhianat itu orang yang paling jelek, masa kita bekerja sama dengan orang asing menghancurkan bangsanya sendiri,” ujarnya.
Jika yang dimaksud londo ireng adalah mereka yang bekerja sama dengan pihak asing, maka seharusnya Prabowo dan segenap pemerintahannya pun bisa dianggap hal seperti itu. Karena secara diplomatik, Indonesia tentu akan bekerja sama dengan semua negara termasuk Amerika Serikat.
Praktisi Hukum Ingatkan Bank Mandiri Jangan Asal Blokir Rekening, Harus Lindungi Hak Nasabah
“Ya semuanya mengaca diri dong, siapa sih yang bekerja dengan orang asing, siapa yang nego-nego dengan orang asing, gitu kan. Kalau kita kan ndak, kita ndak bilang mereka londo ireng, silahkan aja, orang punya kebijakan karena memang secara konstitusional pemerintah dalam hal ini pak Prabowo. Tapi kita punya hak untuk berbicara,” pungkas Mahfud MD.














