KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Dewan Penasehat DPP Persadha Nusantara, I Gede Pasek Suardika, menyinggung janji kampanye Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 terkait peningkatan kesejahteraan guru. Menurutnya, janji menaikkan pendapatan guru belum sepenuhnya terwujud, sementara pemerintah justru telah menaikkan gaji dan tunjangan kinerja (tukin) prajurit TNI.
Dalam pernyataannya, Gede Pasek mengatakan masyarakat masih mengingat komitmen yang pernah disampaikan Prabowo saat masa kampanye untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Ketika kampanye, gaji guru janji akan dinaikkan. Bahkan disebutkan minimal Rp2 juta. Setelah berkuasa katanya tidak punya uang atau anggaran untuk naikkan gaji guru,” kata Gede Pasek dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Nasional (PKN) tersebut kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan kebijakan pemerintah yang telah menaikkan gaji dan tunjangan kinerja prajurit TNI.
“Tapi kemudian selang beberapa waktu, gaji dan tukin tentara dinaikkan,” ujarnya.
Praktisi Hukum Ingatkan Bank Mandiri Jangan Asal Blokir Rekening, Harus Lindungi Hak Nasabah
Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu menilai sudah saatnya penghargaan terhadap profesi guru diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan, bukan sekadar slogan.
“Guru selama ini diberi gelar dan lagu ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ harus diubah. Guru profesional harus sejahtera agar masa depan bangsa gemilang,” tegasnya.
Mantan politisi Partai Demokrat ini pun menutup pernyataannya dengan kalimat singkat bertagar #DahGituAja, disertai unggahan foto yang menggambarkan ekspresi kecewa.
Sebelumnya, pada masa kampanye Pilpres 2024, pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka menjadikan peningkatan kesejahteraan guru sebagai salah satu program prioritas di bidang pendidikan. Dalam debat capres terakhir, Prabowo menyatakan akan memperbaiki gaji guru, termasuk guru honorer, serta meningkatkan kompetensi para pendidik melalui pelatihan dan penataran.
Sementara itu, adik Prabowo sekaligus anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, saat kampanye juga menyampaikan komitmen pasangan Prabowo-Gibran untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Salah satu janji yang disampaikan adalah tambahan sebesar Rp2 juta bagi guru, yang kemudian menjadi salah satu isu utama dalam kampanye pendidikan pasangan tersebut.














