KOMA.ID, JAKARTA – YouTuber Denny Sumargo dan Raditya Dika ikut menyuarakan keprihatinan atas bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan. Keduanya mengajak publik untuk tidak menutup mata terhadap kondisi warga yang terdampak.
Melalui unggahan di media sosial, Denny Sumargo menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintahan memberikan perhatian terhadap situasi yang dialami masyarakat Kalimantan.
Mengenal Lagu Idol-Idol, Banyak Mengira Tembang Asal Sumbar, Ternyata dari Sabah Malaysia
Dalam poster yang dibagikan melalui akun Instagram @sumargodenny, ia menampilkan pesan tegas: “Pak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan, TOLONG BANTU KALIMANTAN.”
Poster tersebut juga menyoroti kondisi warga yang disebut telah bertahan selama berbulan-bulan di tengah kepungan asap akibat karhutla. Unggahan itu menjadi ajakan agar persoalan yang berdampak pada kehidupan masyarakat tersebut mendapat perhatian lebih luas.
Sementara itu, Raditya Dika turut menyuarakan kondisi darurat yang dihadapi warga melalui unggahan bertajuk All Eyes on Kalimantan.
Dalam unggahannya, Raditya menyoroti dampak asap karhutla terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu menyusui.
Ia mencantumkan angka 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebut tercatat sejak Agustus hingga 21 September, serta 40.363 kasus pada balita berusia 0–5 tahun di tujuh provinsi terdampak di Sumatra dan Kalimantan.
Raditya juga mengingatkan bahwa tidak semua keluarga memiliki ruang dengan udara yang aman dari paparan asap. Karena itu, ia menekankan perlunya respons kesehatan darurat untuk memantau dan melindungi kelompok rentan.
“Jangan berhenti bersuara, karena kondisi Kalimantan masih belum baik-baik saja,” demikian pesan dalam unggahan tersebut.
Ia turut mengajak masyarakat untuk terus menyebarkan informasi mengenai dampak karhutla serta membantu warga terdampak melalui donasi yang disalurkan lewat platform Kitabisa, melalui kampanye yang dicantumkan dalam unggahannya.
Seruan Denny dan Raditya muncul di tengah berlanjutnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan. Pemberitaan pada awal Oktober 2026 juga mencatat kabut asap mengganggu aktivitas warga, termasuk kegiatan pendidikan, serta memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.
Kedua unggahan tersebut memperlihatkan bagaimana figur publik menggunakan media sosial untuk memperluas perhatian masyarakat terhadap persoalan lingkungan. Di tengah situasi karhutla, seruan mereka menekankan pentingnya perlindungan bagi warga terdampak, keterlibatan publik, dan penanganan yang berkelanjutan.














