Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Dompet Dhuafa Hadirkan Safe School untuk Minimalkan Dampak Asap Karhutla di Sekolah

×

Dompet Dhuafa Hadirkan Safe School untuk Minimalkan Dampak Asap Karhutla di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Siswa Sekolah Pakai Masker
Para siswa tampak mengenakan masker dalam mengikuti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).

KOMA.ID, KOTAWARINGIN TIMUR – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dirasakan masyarakat di wilayah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut turut berdampak pada lingkungan sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka.

Merespons kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menghadirkan program Safe School di SMP Negeri 9 Sampit sebagai upaya meminimalkan dampak paparan asap terhadap siswa dan tenaga pengajar.

Silakan gulirkan ke bawah

Penanggungjawab Pemadaman Karhutla Kalimantan DMC Dompet Dhuafa, Erwandi Saputra, mengatakan kondisi kabut asap perlu direspons dengan langkah perlindungan bagi masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.

“Dampak asap karhutla ini memang mengganggu dan merugikan bagi kita semua, tapi asap itu juga tidak hilang jika kita berdiam diri saja. Adalah Safe School, yang menjadi salah satu upaya dan dukungan agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan dengan aman,” kata Erwandi dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Rabu (16/9/2026).

Dalam pelaksanaan program tersebut, DMC Dompet Dhuafa membagikan sekitar 500 masker kepada siswa, siswi, serta tenaga pengajar SMP Negeri 9 Sampit.

Selain membagikan masker, DMC Dompet Dhuafa juga menyediakan ruangan khusus Safe School atau Ruang Aman Asap di lingkungan sekolah.

Ruangan tersebut dilengkapi kipas penyedot udara atau exhaust fan, akuarium, serta berbagai tanaman yang ditujukan untuk membantu menetralisir dampak asap di lingkungan sekolah.

Kepala SMP Negeri 9 Sampit, Jelita, mengapresiasi kehadiran program Safe School di sekolahnya.

“Harapannya ruang aman asap (Safe School) ini bisa menjadi tempat berlindung dari asap jika ada siswa-siswi kami yang mengalami gangguan kesehatan selama proses pembelajaran berlangsung,” ujar Jelita.

Program Safe School tersebut menjadi salah satu bentuk respons DMC Dompet Dhuafa terhadap kondisi kabut asap karhutla yang masih berdampak di wilayah Kotawaringin Timur, terutama bagi aktivitas pendidikan yang tetap berlangsung secara tatap muka.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.