KOMA.ID, JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana menggelar sayembara berhadiah Rp100 juta bagi siapa pun yang mampu menunjukkan ijazah SMA atau sederajat milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang asli.
Sayembara tersebut dilontarkan Denny di tengah polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran. Ia menyatakan hadiah Rp100 juta akan diberikan kepada pihak yang berhasil menunjukkan dan mendapatkan ijazah asli SMA atau sederajat Gibran.
“Supaya serius saya juga mengadakan sayembara, siapapun yang bisa menunjukkan dan mendapatkan ijazah asli SMA atau sederajat Mas Gibran, saya akan berikan hadiah Rp100 juta,” kata Denny dalam video yang diunggah, Minggu (9/8/2026).
Perubahan Desil Ancam Akses Beasiswa KIP
Denny mengungkapkan, nominal hadiah tersebut semula hendak dibuat lebih besar, yakni Rp1 miliar. Namun, ia mengurungkan rencana tersebut setelah berdiskusi dengan istrinya.
“Tadinya mau Rp1 miliar tapi istri saya bilang aduh kebanyakan, maklum kita tidak punya brankas dengan emas dan dollar, jadi Rp100 juta kepada siapapun yang bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Mas Wapres,” ujarnya.
Selain menggelar sayembara, Denny juga memberikan tantangan langsung kepada Gibran. Ia menawarkan untuk menghentikan desakan agar Gibran mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden apabila Gibran bersedia menunjukkan ijazah SMA atau sederajatnya yang asli.
Menurut Denny, tawaran tersebut dibuat untuk mengakhiri polemik dan perdebatan mengenai persoalan tersebut.
“Supaya tidak memperpanjang polemik dan perdebatan, saya ingin membuat perjanjian serius dengan Mas Wapres. Jika Mas Wapres Gibran bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajatnya yang asli, maka saya berhenti mendorong pengunduran diri Mas Gibran,” kata Denny.
Namun, Denny memberikan konsekuensi berbeda apabila Gibran tidak dapat menunjukkan dokumen pendidikan yang dimaksud.
“Sebaliknya jika Mas Gibran tidak bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajat yang asli, maka saya minta Mas Gibran berhenti, mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, karena syarat ijazah SMA atau sederajat itu adalah syarat menjadi calon wakil presiden,” ujarnya.
Denny mengatakan, sebelumnya ia telah menyampaikan usulan agar Gibran mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden. Pernyataan itu, menurutnya, mendapatkan respons beragam dari masyarakat.
Ia menyebut ada pihak yang mendukung, sementara pihak lain menolak usulannya. Denny kemudian menyatakan ingin mengubah polemik tersebut menjadi pembuktian terbuka melalui tantangan yang diajukannya kepada Gibran.
Dalam kesempatan itu, Denny juga menyinggung pengalaman Gibran ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Ia mengatakan Gibran pernah menunjukkan ijazah S1 secara terbuka dengan mengundang wartawan.
“Mas Wapres pernah kok menunjukkan ijazah S1-nya waktu wali kota, saat itu dengan terbuka mengundang para wartawan. Saya tunggu hal yang sama Mas Wapres dalam hal menunjukkan ijazah ini,” kata Denny.
Denny berharap Gibran mengambil langkah serupa dengan membuka dokumen pendidikan yang kini menjadi bahan perdebatan.
Menurutnya, keterbukaan tersebut dapat menjadi bentuk keteladanan dalam menjawab pertanyaan publik.
“Mas Wapres lebih bisa diteladani dibandingkan Pak Jokowi,” tandas Denny.














