Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Duduk Berdampingan di Upacara HUT 81 RI Bukti Prabowo Jokowi Akur

×

Duduk Berdampingan di Upacara HUT 81 RI Bukti Prabowo Jokowi Akur

Sebarkan artikel ini
Jokowi Prabowo Dan Gibran
Prabowo Subianto tampak sedang diapit oleh ayah dan anak, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming Raka.

KOMA.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai momen kebersamaan Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka usai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara memiliki pesan politik yang kuat.

Menurut Iwan, kebersamaan ketiganya di ruang publik dapat dibaca sebagai sinyal bahwa hubungan politik Prabowo dan Jokowi masih solid. Momen tersebut sekaligus menepis berbagai spekulasi mengenai adanya keretakan maupun perbedaan kepentingan di antara keduanya.

Silakan gulirkan ke bawah

“Soliditas Prabowo-Jokowi kembali terlihat. Kebersamaan mereka di ruang publik menunjukkan bahwa hubungan politik keduanya tetap terjaga, meskipun selama ini muncul berbagai spekulasi mengenai keretakan atau perbedaan kepentingan,” ujar Iwan dalam analisis politiknya yang diterima wartawan, Minggu (17/8/2026).

Ia juga melihat kehadiran Gibran bersama Prabowo dan Jokowi memiliki makna tersendiri. Gibran dinilai menjadi simbol kesinambungan politik dari pemerintahan sebelumnya menuju pemerintahan saat ini dan masa depan.

Dalam konfigurasi tersebut, Jokowi merepresentasikan pemerintahan sebelumnya, Prabowo sebagai Presiden yang sedang menjalankan pemerintahan, sedangkan Gibran berada dalam posisi strategis sebagai Wakil Presiden.

“Gibran menjadi simbol keberlanjutan. Ada satu garis kesinambungan politik yang terlihat, mulai dari Jokowi, Prabowo, hingga Gibran,” kata Iwan.

Lebih jauh, Iwan menilai momen tersebut juga mengirimkan pesan stabilitas kepada publik maupun elite politik, terutama ketika dinamika politik nasional mulai mengarah pada persiapan menuju Pemilu 2029.

Menurutnya, simbol politik terkadang memiliki pengaruh yang tidak kalah penting dibandingkan pernyataan resmi. Karena itu, foto dan kebersamaan Prabowo, Jokowi, serta Gibran dapat dimaknai sebagai pesan bahwa kekuatan politik di lingkaran pemerintahan masih relatif solid.

“Kemesraan Prabowo, Jokowi, dan Gibran adalah simbol bahwa komunikasi dan hubungan politik ketiganya tetap baik. Ini sekaligus membantah narasi mengenai konflik internal,” tuturnya.

Meski demikian, Iwan mengingatkan bahwa kedekatan secara simbolik belum tentu menunjukkan seluruh kepentingan politik ketiganya telah sepenuhnya sama.

Ia menilai dinamika politik menjelang 2029 masih akan berkembang, sehingga publik perlu melihat apakah kedekatan tersebut nantinya diikuti dengan konsistensi kerja sama politik serta arah koalisi yang terbentuk.

“Menjelang 2029, dinamika tentu akan semakin berkembang. Karena itu, yang paling penting adalah melihat apakah kedekatan simbolik ini kemudian diikuti konsistensi kerja sama politik dan arah koalisi,” pungkas Iwan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.