Koma.id | Cilegon, Banten – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melepas keberangkatan Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati menuju wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan korban gempa bumi magnitudo 7,7. Pelepasan kapal dilakukan di Pelabuhan PT Lingga Perdana, Kamis (20/08) malam.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut pengiriman bantuan ini merupakan instruksi langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Sesuai arahan Ibu Megawati, PDIP mengirimkan Kapal Laksamana Malahayati untuk bergabung bersama tim Baguna dan relawan kesehatan di wilayah bencana Flores dan sekitarnya,” ujarnya.
Kapal RSA membawa obat-obatan, perlengkapan pengungsian, serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan perempuan.
“Dalam mitigasi bencana, daftar yang dibuat Ibu Megawati sering kali mencermati kebutuhan ibu-ibu, perempuan hamil, dan anak balita yang kerap terlewatkan,” kata Hasto.
Selain itu, kapal dilengkapi fasilitas medis, delapan tenaga kesehatan, dan 12 ABK. Kapal berbobot 262 GT dengan panjang 30 meter ini sebelumnya telah melayani ribuan warga pesisir Banten sebelum dialihkan ke NTT.
Hasto menegaskan, misi kemanusiaan ini dijalankan tanpa memandang latar belakang politik, suku, agama, maupun status sosial.
“Kapal Laksamana Malahayati ini akan melengkapi seluruh tim Baguna dan relawan kesehatan dan membantu rakyat tanpa membeda-bedakan,” tegasnya.
PDIP juga menyoroti langkah pemerintah membuka posko donasi masyarakat. Hasto menilai negara seharusnya berada di garis terdepan dengan alokasi anggaran bencana yang matang di APBN, mengingat posisi Indonesia di Ring of Fire. Ia menambahkan, kebijakan penanganan bencana harus mencakup tata ruang dan antisipasi cuaca ekstrem seperti Super El Nino.
“Negara seharusnya turun pertama untuk membantu rakyat dengan antisipasi terhadap berbagai bencana. Dari sistem tata ruang hingga alokasi dana bantuan sosial dalam APBN, seharusnya lebih diprioritaskan,” ujarnya.









