Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Bupati dari Gerindra Ini Tak Merasa Nantang Rakyat Demo

Views
×

Bupati dari Gerindra Ini Tak Merasa Nantang Rakyat Demo

Sebarkan artikel ini
Bupati Pati Sudewo
Bupati Pati Sudewo.

KOMA.ID, PATI – Bupati Pati, Sudewo mengklaim dirinya tidak pernah merasa menantang masyarakat Pati untuk mendemonya karena kebijakan menaikkan pajak hingga 250 persen tersebut.

“Sialkan demo, kalau sampai kalimat kata-kata seperti itu saya yang kemarin, 5 ribu silakan, 50 ribu silakan, itu saya tidak menantang rakyat,” kata Sudewo di Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (6/8/2025).

Silakan gulirkan ke bawah

Ia hanya ingin menegaskan bahwa keputusan untuk menaikkan nilai Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen dianggap sudah tepat dan tidak dapat diganggu gugat. Sekalipun ada masyarakat yang hendak mendemonstrasi dirinya hingga 50 ribu pun, dirinya tak akan bergeming.

“Saya hanya menegaskan bahwa keputusan saya terhadap hal ini itu sudah bulat sudah tepat demi pembangunan pada rakyat,” ujarnya.

Lantas ia pun kembali menegaskan bahwa dengan ucapan tersebut jangan diartikan dirinya malah menantang rakyat untuk mendemo dirinya. Namun politisi Partai Gerindra tersebut tak mempersoalkan jika harus ada demonstrasi hingga 50 ribu orang sekalipun.

“Jadi saya tidak menantang rakyat, mosok rakyat saya tantang. Jadi itu hanya keputusan bahwa ini keputusan yang tepat. Mau demo silakan, mau penggalangan dana silakan,” tegasnya.

Kemudian, Sudewo yang kelahiran Pati 11 Oktober 1968 tersebut menekankan bahwa alasan mengapa Satpol PP Kabupaten Pati melakukan penertiban kepada para demonstran di depan Pendoponya, karena akan ada kegiatan kirab yang dinilai akan terganggu dengan aktivitas demonstrasi tersebut.

“Tapi yang kemarin ditertibkan itu karena besok akan prosesi kirab, boyongan, dan dia berada satu tempat yang mengganggu itu,” tuturnya.

Lagi pula kata anggota dewan 2 periode dari partai yang berbeda itu pun menegaskan jika sepanjang proses upaya penertiban pun, Satpol PP masih sangat humanis dan tidak bersikap anarkis.

“Dan dari pihak pemerintah, Satpol PP tidak melakukan anarkis, tidak melakukan kekerasan sama sekali. Kata-kasa kasar aja tidak,” pungkasnya. (Ibnu)

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.