Koma.id | Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membebaskan tarif transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat. Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan penting dalam mewujudkan layanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh warga.
Apresiasi tersebut disampaikan Gibran saat meninjau proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (12/05).
“Saya sangat mengapresiasi terobosan inovasi dari Pak Gubernur terkait transportasi publik di Jakarta yang sekarang membebaskan tarif untuk 15 golongan. Ini luar biasa sekali, termasuk bagi lansia dan kaum difabel,” ujarnya.
Habib Syakur: Tahun Baru Hijriyah 1448 Harus Menjadi Momentum Memperkuat Persatuan Bangsa
Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2025, 15 golongan masyarakat yang berhak menikmati layanan gratis MRT, LRT, dan TransJakarta antara lain:
- Peserta didik
- Penerima bantuan sosial
- Penghuni rumah susun
- Tim penggerak PKK
- PJLP dan pegawai non-ASN Pemprov DKI
- ASN/PNS Pemprov DKI
- Penyandang disabilitas
- Lansia
- Veteran RI
- Karyawan swasta bergaji di bawah 1,15 UMP
- Tenaga pendidik PAUD
- Penjaga rumah ibadah
- Penduduk Kepulauan Seribu
- Juru pemantau jentik
- Anggota TNI
Fokus Inklusivitas dan Kenyamanan
Gibran menekankan bahwa transportasi publik harus aman dan nyaman bagi semua kalangan, terutama anak-anak, perempuan, ibu hamil, lansia, dan kaum difabel. Ia juga menyoroti pentingnya integrasi sistem transportasi massal antara MRT, LRT, dan TransJakarta agar mobilitas masyarakat semakin efisien.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa progres pembangunan MRT Fase 2A telah mencapai 59 persen. Target operasional hingga Harmoni ditetapkan paling lambat akhir 2027.
“Kami meninjau lokasi mulai dari Sawah Besar hingga Harmoni. Proses commissioning akan dimulai pertengahan 2027,” jelasnya.
Kebijakan transportasi gratis ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan sistem transportasi publik nasional yang terintegrasi, inklusif, dan berpihak pada masyarakat luas.








