KOMA.ID, JAKARTA – Menjelang pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, umat Muslim di berbagai daerah biasanya menghidupkan malam 1 Muharram dengan berbagai amalan ibadah, seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, muhasabah, hingga melantunkan doa akhir tahun dan doa awal tahun.
Membaca doa akhir tahun dan awal tahun merupakan salah satu tradisi yang telah lama berkembang di kalangan umat Islam sebagai bentuk introspeksi atas amal perbuatan selama setahun yang telah berlalu sekaligus memohon keberkahan, ampunan, dan perlindungan Allah SWT untuk tahun yang akan datang.
Secara umum, doa akhir tahun dibaca pada penghujung hari terakhir bulan Dzulhijjah sebelum waktu Maghrib, sedangkan doa awal tahun dibaca setelah masuk waktu Maghrib pada malam 1 Muharram, yang menandai dimulainya tahun baru Hijriyah.
Tata Cara Membaca Doa Akhir Tahun
Doa akhir tahun dibaca sebanyak satu kali atau 3 (tiga) kali pada sore hari terakhir bulan Dzulhijjah sebelum masuk waktu Maghrib.
Doa Akhir Tahun
Bahasa Arab:
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ.
Latin
Allahumma maa ‘amiltu fii haadzihis sanati mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu walam tardhahu wa nasiituhu walam tansahu wa halumta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii wa da’autanii ilat taubati minhu ba’da jur-atii ‘alaa ma’shiyatika, fa innii astaghfiruka minhu faghfir lii, wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardhaahu wa wa’adtanii ‘alaihits tsawaaba fa as-aluka Allahumma yaa Kariimu yaa Dzal Jalaali wal Ikraam an tataqabbalahu minnii wa laa taqtha’ rajaaii minka yaa Kariim.
Artinya
“Ya Allah, segala yang telah aku kerjakan pada tahun ini berupa perbuatan yang Engkau larang, yang aku belum sempat bertobat darinya, yang tidak Engkau ridhai, yang aku telah melupakannya namun Engkau tidak melupakannya, dan Engkau tetap berlemah lembut kepadaku padahal Engkau berkuasa untuk menghukumku, serta Engkau tetap memanggilku untuk bertobat setelah keberanianku bermaksiat kepada-Mu, maka aku memohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan segala amal yang telah aku kerjakan yang Engkau ridhai serta Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku memohon kepada-Mu wahai Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Agung agar Engkau menerimanya dariku dan janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Tata Cara Membaca Doa Awal Tahun
Doa awal tahun dibaca 3 kali setelah Maghrib pada malam 1 Muharram atau setelah memasuki tahun baru Hijriyah.
Doa Awal Tahun
Bahasa Arab:
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُودِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.
Latin
Allahumma antal abadiyyul qadiimul awwal, wa ‘alaa fadhlikal ‘azhiimi wa juudikal mu’awwal, wa haadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbal, as-alukal ‘ishmata fiihi minasy syaithaani wa awliyaa-ihi wa junuudih, wal ‘auna ‘alaa haadzihin nafsil ammaarati bis suu’, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa Dzal Jalaali wal Ikraam.
Artinya
“Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Kekal, Maha Dahulu dan Maha Awal. Hanya kepada karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu tempat kami bergantung. Kini telah datang tahun yang baru. Aku memohon kepada-Mu perlindungan pada tahun ini dari godaan setan, para pengikut dan bala tentaranya. Aku juga memohon pertolongan-Mu untuk menundukkan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan serta memohon kemampuan untuk menyibukkan diri dengan amal yang mendekatkan diriku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”
Makna Pergantian Tahun Hijriyah
Pergantian tahun dalam kalender Hijriyah sejatinya bukan sekadar pergantian angka. Tahun Baru Islam mengingatkan umat Muslim pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi titik awal lahirnya peradaban Islam yang kuat, berkeadilan, dan penuh persaudaraan.
Karena itu, malam 1 Muharram sebaiknya diisi dengan memperbanyak doa, dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta melakukan muhasabah agar tahun yang baru dapat dijalani dengan keimanan, semangat hijrah, dan harapan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.












