Koma.id– Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana resmi dipercaya memimpin Tim Transformasi Reformasi Polri. Ia menegaskan, pembentukan tim ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret agar institusi kepolisian mampu bertahan, tumbuh, dan berkembang melalui reformasi berkelanjutan.
Chryshnanda menekankan pentingnya menjadikan Tribrata dan Catur Prasetya sebagai kompas moral seluruh anggota Polri, sehingga peran polisi benar-benar hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Ia juga menekankan bahwa reformasi berarti berani belajar dari kesalahan masa lalu dan membuka diri terhadap aspirasi publik.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menambahkan bahwa inti reformasi Polri harus dimulai dari pembenahan sumber daya manusia. Menurutnya, perubahan tidak boleh berhenti pada slogan, melainkan harus menyentuh akar persoalan dari level Polsek hingga Mabes Polri. Dedi menyoroti percepatan digitalisasi dan pembinaan yang lebih terukur sebagai agenda prioritas.
Sementara itu, dukungan datang dari Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr. Edi Hasibuan, yang menyebut tim reformasi bentukan Kapolri ini akan memperkuat komite reformasi kepolisian yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.







